by

IHSG Rontok 1,35 % Terdampak Isu Resesi

JAKARTA – Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global alias resesi menghantui pasar saham Asia, termasuk dalam negeri. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (2/10/2019) ditutup anjlok 1,35% atau 82,83 poin ke 6.055,42. Sesi pembukaan, IHSG melanjutkan pelemahan 0,22% atau 13,81 poin ke posisi 6.124,44. Rabu ini, IHSG diperdagangkan di kisaran 6.051,69-6.154,00. Seluruh sektor saham terperosok ke zona merah, dengan tekanan terdalam pada sektor pertambangan -1,80%, sektor keuangan -1,55%, dan sektor konstruksi -1,45%. Di bursa Indonesia, dari 604 saham yang diperdagangkan, 347 melemah, 129 stabil, dan 128 menguat. Nilai transaksi saham Rp9,46 triliun dati 14,43 miliar unit. Transaksi bersih asing Rp794,11 miliar, dengan aksi beli asing Rp2,56 triliun berbanding aksi jual asing Rp1,76 triliun.

Pelemahan IHSG seiring dengan guncang pasar saham Asia imbas kekhawatiran akan resesi, setelah membaca data manufaktur AS bulan September di angka 47,8%. Merupakan level terendah sejak Juni 2009.

Hal ini ditambah dengan peluncuran rudal balistik Korea Utara yang diluncurkan dari kapal selam pada Rabu pagi. Rudal tersebut diperkirakan jatuh di laut lepas yang berbatasan dengan bagian barat Jepang.

Melansir CNBC, Rabu (2/10), kondisi ini membuat indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,49% menjadi 21.778,61, dan Topix juga melemah 0,42% ke posisi 1.596,29. Di Korea Selatan, Kospi jatuh 1,95% ke level 2.031,91.

Senada, ASX 200 Australia mengakhiri perdagangan dengan lebih rendah 1,53% ke 6.639,90, karena menurunnya saham perbankan. Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,19% ke level 26.042,69. Sedangkan pasar saham China masih libur perayaan 70 tahun Republik Rakyat China. (an)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed