by

Pemabuk dan Pezina Dilarang Maju Pilkada, PKB Jawab Begini…

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang merevisi Peraturan KPU (PKPU) Pasal 4 PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Dalam revisi tersebut, KPU mencantumkan syarat calon kepala daerah adalah tak pernah mabuk dan berzina.

Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, menilai aturan ini belum cukup jelas. Pasalnya, menurut dia, mabuk dan berzina tak mudah untuk dibuktikan. Beda halnya dengan perbuatan terpidana seperti narkoba dan korupsi.

“Kalau narkotika iya sudah ada pasalnya, kalau dia kena pidana korupsi narkoba tidak diperbolehkan” kata Jazilul di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

“Napi korupsi dan narkotika sudah jelas ada di UU, tapi yang disebut pemabuk dengan pezina itu apa saya tidak tahu,” tambah dia.

Menurut dia, perbuatan mabuk dan berzina tidak bisa dibuktikan secara tertulis dari lembaga tertentu. Beda halnya dengan tindak pidana korupsi atau narkoba yang bisa dijelaskan melalui Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

“Kalau terpidana kayak narkotika jelas, dari SKCK dari kepolisian. Tapi pemabuk atau pezina dari mana, stempel itu dari lembaga yang menyatakan you pezina dari mana?” tuturnya.

Tapi untuk saat ini, kata Jazilul PKB belum bisa memberikan sikap terlebih dahulu atas aturan ini. Dia mengatakan, perlu mendengar penjelasan KPU untuk kemudian menjalankan aturan ini.

“Nanti biar KPU menyampaikan dulu, baru kita sikapilah apa yang dimaksud dengan pemabuk apa itu kategorinya,” jelas Jazilul.

Sebelumnya, Komisioner KPU Evi Novida Ginting dalam uji publik menyampaikan perihal revisi ini. Dalam revisi Pasal 4 PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tersebut, KPU merinci aturan dalam hal pencalonan gubernur dan wakilnya, bupati dan wakilnya, serta wali kota dan wakilnya.

Dia menjelaskan, dalam rancangan revisi PKPU, ada syarat tambahan bagi calon kepala daerah. Di antara syarat tambahan itu yakni calon kepala daerah tidak pernah melakukan perbuatan tercela. Perbuatan tercela ini kemudian dirinci menjadi pertama, judi. Kemudian, mabuk, pengguna dan pengedar narkoba, judi, hingga berzina. (an)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed