by

Pemilik Rumah Terdampak Tanah Bergerak Minta Pemkot Turun Tangan

TANGSEL – Sedikitnya 7 rumah warga Rt 14 Rw 03, Kranggan, Setu, Kota Tangerang Selatan yang mengalami retak-retak. Retakan tersebut diduga akibat pergeseran tanah.

“Rumah yang mengalami keretakan termasuk rumah saya yg parah, karena posisinya rumah kita berada di tebing jurang semua. Untungnya sampai saat ini tanahnya tidak ambles, mungkin masih di tahan sama pohon bambu yang masih hidup di tebing itu” ujar warga yang rumah retak, Khadijah kepada Bantentoday.

Ia pun melanjutkan rumahnya sudah lebih dari sebulan sudah ada tanda-tanda keretakan. Namun dia mengatakan retakan semakin besar dan tembok pun roboh.

“Akibat reruntuhan saya tidak bisa menggunakan kamar mandi, di dalam rumah tanahnya kegeser, klau di lihat dari luar emang gak keliatan kegesernya, tapi klau di liat dari dalem keliatan banget,” ucapnya.

Tembok rumah roboh akibat pergeseran tanah di Setu, Tangsel (Foto: Taufik Abdurrahman)

Menurutnya Sejauh ini dari pihak pemerintah belum ada penanganan yang serius, hanya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang sudah melakukan pengecekan. Warga diminta mengungsi.

“Ya kita pindahin sebagian barang-barang ke rumah sodara, namun kita tetap tinggal di rumah ini selagi masih bisa di huni, ya meskipun agak khawatir. Untuk kedepannya Semoga tidak terjadi longsong, saya udah gak ada tanah lagi klau sampek longsor, saya mah terserah pemerintah mau di kasi bantuan ya alhamdulilah, gak di kasi juga gak apa-apa,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed