by

PKM Dosen Universitas Gunadarma Sasar Pengenalan Bahasa dan Sastra Inggris untuk Pelajar PAUD

BANTEN – Pahlawan proklamator Indonesia, Bung Hatta pernah berpesan dalam sebuah pidatonya di podium Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), maju tidaknya sebuah bangsa ditentukan oleh tegak tidaknya budaya literasi bagi generasinya. Berangkat dari dogma profetik inilah, Dosen-dosen Fakultas Sastra dan Budaya, Jurusan Sastra Inggris Universitas Gunadarma menyasar pengenalan literasi bahasa dan sastra kepada pelajar. Mereka menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan mengenalkan Bahasa Inggris untuk anak usia dini di Sekolah Pintar PAUD Keisha Cimanggis, Depok, kemarin.

Wakil Dekan Bidang Akademik Universitas Gunadarma, Ichwan Suyudi, menegaskan komitmennya, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, para dosen dapat mempraktekkan berbagai pendekatan pengajaran Bahasa Inggris sesuai usia peserta didik. “Kami para dosen tertantang untuk mengajar anak-anak, karena keseharian kami mengajar mahasiswa. Tentu berbeda pendekatannya, pengajarannya, karena kami di sini menghadapi young learners. Jadi dosen pun mengajarnya harus kreatif dan inovatif sesuai dengan usia si Anak,” kata Ichwan.

Ichwan juga menuturkan, agar suasana belajar mengajar saat PKM tidak monoton, dosen bisa menggunakan media tambahan seperti media pictures, song, games, videos, dan media apapun yang bisa membantu keberhasilan pengajaran. “Penggunaan media ini akan semakin berhasil jika didukung dengan penggunaan pendekatan (approach) atau metode (method) pengajaran yang tepat, seperti direct method, audiolingual method, grammar-translation method, total physical response dan lainnya,” jelas Ichwan.

 

 

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu Dosen Peserta PKM, Nurochman. Menurutnya, mengajar anak-anak usia dini perlu metode khusus. “Kasih stimulus yang baik ke anak-anak agar mereka mau belajar, misalnya kasih reward-reward. Sebenarnya hal-hal kecil yang kita lakukan itu bikin anak-anak senang dan mau datang lagi untuk belajar,” ungkapnya.

Harapannya ke depan dengan adanya PKM di Sekolah Pintar Keisha ini anak-anak semakin berpikiran maju dan tertantang dalam pembelajaran Bahasa Inggris. “Bahasa Inggris ini penting di era milenial begini, semoga dengan pengajarnya para dosen, anak-anak semakin menguasai Bahasa Inggris, apalagi dosen-dosen mengajar semakin kreatif dengan alat peraga,” kata dosen pengampu matakuliah Speaking itu.

Melalui PKM ini juga, sambung Nurrochman, ilmu yang dimiliki para dosen mendapat keberkahan. Karena, kata dia, seluruh dosen yang mengajar di Rumah Pintar Keisha tidak memungut biaya alias gratis. Ini dilakukan sebagai bentuk dedikasi dan pengabdian kepada masyarakat dengan ilmu yang dimiliki. “Masyarakat membutuhkan kita, dan kita juga harus berbagi ilmu agar ilmu kita bermanfaat,” pungkasnya.

Para pengajar PKM Dosen Sastra Universitas Gunadarma yang turut andil di Rumah Pintar Keisha diantaranya;

Dr. Ichwan Suyudi,

Dr Ahmad Jum’a Khatib Ali, M.Si.,

Dr. Muh, Kholiq, S.S.,

Drs. Hendro Firmawan, Grad, Dip Bus, M.Msi.,

Nurrochman, S.Ag., S.S., M. Hum.,

Dra. Endang Purwaningsih, M.Si.,

Eka Ardhinie, S.S., M. Sas.,

Eva Nurfatimah, S.S., M.Sas.,

Dian Wulandari, S.Pd., M.Sas.,

Nuke Farida, S.S., M.Ikom.,

Agung Prasetyo, S.S., M.Sas.,

Chintia Handayani, S.S., M.Sas.,

Adani Nur Sabrina, S.S., M.Sas.,

Aulia HarisFirstiyanti, S.S., M.Sas.,

Wawan Wuryanto, S.S., M.Sas. (pik/ed: yus)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *