by

Upah Buruh Dinilai Tinggi, 3 Pabrik Eksodus dari Banten

SERANG – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Babar Soeharso mengatakan tiga pabrik sepatu akan hengkang dari Banten mulai 2020. Babar memperkirakan pabrik tersebut memiliki tenaga kerja sebanyak 100 ribu orang.

“Tiga industri ini dari Tangerang, 3 perusahaan itu sudah membangun tapi masih berproses di sini. Pasti (memiliki) lebih dari 100 ribu lebih tenaga kerja,” kata Babar di Kota Serang, Banten, Jum’at (15/11/2019).

Ketiga pabrik itu tersebar di wilayah Tangerang. Ini jadi ancaman potensi pengangguran di Banten makin bertambah, Banten saat ini jadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia. Babar Soeharso menuturkan berdasarkan informasi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tiga pabrik persepatuan tersebut dipastikan akan hengakang ke Jateng.

Bukan tanpa sebab, hengkangnya tiga pabrik besar ini disinyalir karena upah buruh yang terlalu tinggi. Hal ini pun dibenarkan oleh Pemprov Banten melalui Badan Pusat Statistik (BPS).

“Sementara data kami baru pabrik sepatu, karena UMP (upah minimum) yang tinggi,” kata Kepala BPS Banten Adhi Wiriana.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko pun mengatakan hal senada. Pihaknya mengatakan UMP yang ditetapkan terlampau tinggi.

“Kita relokasi dari Tangerang (Banten), relokasi pabrik ke Jateng. UMP di Jateng, masih cukup bagus (Rp 1,6 juta/UMP 2019),” ungkap Eddy.

Secara upah minimum provinsi (UMP) 2019, Banten hanya Rp 2,2 juta, tapi justru yang lebih tinggi adalah upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2019 di sana.

UMK Kota Cilegon dan hingga Kabupaten/Kota Tangerang termasuk yang tertinggi di Indonesia. Nilainya memang masih sedikit di bawah Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang sebagai UMK tertinggi di Indonesia yang mencapai Rp 4,2 juta pada 2019.

UMK Kota Cilegon sebesar Rp 3,91 juta, UMK Kota Tangerang sebesar Rp 3,86 juta, UMK Kabupaten Tangerang Rp 3,84 juta, Kabupaten Serang Rp 3,82 juta. Upah ini belum menghitung upah sektoral, yang angkanya lebih tinggi lagi.

Misalnya UMK di Tangerang pada 2019 mencapai Rp 3,8 juta, sedangkan upah minimum sektoral bisa mencapai Rp 4 juta untuk sektor industri alas kaki, sektor industri lain ada yang sampai Rp 4,4 juta.

Ternyata upah yang tinggi ini sejalan dengan tingkat pengangguran di Banten. Serang, sebagai ibu kota Banten menempati kota dengan pengangguran paling tinggi di Banten mencapai 10,65% dari jumlah angkatan kerja di sana.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed