by

Ikatan Alumni Unpam Desak Polri Usut Tuntas Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung RI

TANGSEL- Ikatan Alumni Universitas Pamulang (Ika Unpam) Tangerang Selatan (Tangsel) mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tuntas insiden kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, semalam.

Ketua Ikatan Alumni Unpam Tangsel, Mohamad Anwar, SH, MH.

 

Ketua Ikatan Alumni Unpam Tangsel, Mohamad Anwar, SH, MH, mendesak seluruh elemen hukum di Indonesia untuk mengawal tuntas insiden yang dinilai tak biasa ini. “Ini sangat berbahaya bagi transparansi penegakan hukum di Indonesia. Sangat disayangkan jika memang ada upaya penghentian pengusutan perkara. Apalagi banyak perkara besar di Kejagung yang kini disorot publik. Ini preseden buruk,” kata Anwar, yang kini juga menjabat Ketua Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) Provinsi Banten itu.

Ikatan Alumni Unpam Tangsel juga mengajak seluruh akademisi dan aktivis kampus di Indonesia untuk bersama-sama mengawasi dugaan adanya upaya penghentian pengusutan kasus-kasus besar yang dilakukan Kejaksaan seperti skandal Jiwasraya dan kasus Djoko Tjandra yang menyeret sejumlah nama-nama besar elite Polri dan Kejaksaan RI.

                Martin Lubalu, SH, MH

 

“Kami mendorong Polri untuk tidak gentar mengusut penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung RI semalam. Dan kami juga mendesak agar Komisi Kejaksaan RI melakukan investigasi terkait dugaan upaya penghentian pengusutan perkara-perkara besar yang ditangani kejaksaan saat ini,” ungkap Anggota Alumni Unpam, Martin Lubalu, SH, MH, pagi ini.

Meski pihak Kejagung sudah mengklaim tidak ada satu pun berkas perkara yang terbakar, tetapi semua pihak harus menyoroti dokumen kasus milik Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

“Meskipun berkas penanganan perkara tersangka Jaksa Pinangki berada di Gedung Bundar yang tidak terbakar, namun jangan sampai penyidikan Jaksa Pinangki dan Djoko Tjandra terganggu,” imbuh Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan Ikatan Alumni Unpam (Ika Unpam) Tangsel, Yuska Apitya S.Sos, MH.

              Yuska Apitya, S.Sos, MH

Yuska juga meminta agar dokumen dan barang bukti kasus Djoko Tjandra dan Pinangki harus dilindungi keamanannya. “Harus ada pengamanan data ganda. Artinya, jika keadaan force majeure seperti sekarang, kejaksaan tidak perlu beralasan perkara dihentikan karena dokumen hilang atau terbakar,” katanya.

Sekjen Ikatan Alumni Unpam, Ahmadi, ST, SH, MH.

Terpisah, Sekjen Ikatan Alumni Unpam, Ahmadi, ST,SH,MH, menilai banyaknya perkara pidsus di Kejagung RI patut dicurigai dan menjadi praduga publik bahwa jaksa mengalami tekanan politik dari sejumlah pihak. “Dugaan dan asumsi publik harus diluruskan oleh aparat penegak. Jangan sampai asumsi liar ini memunculkan stigma baru hukum sangat mudah dipolitisasi. Kami mendorong insiden ini secepatnya diusut tuntas!,” kata dia.

                  Suparno, SH, MH.

Anggota Pengurus Ikatan Alumni Unpam lainnya, Suparno, SH,MH, juga meminta DPR RI membentuk panitia khusus bersama Polri untuk mengusut insiden ini. “Jika perlu dibentuk pansus untuk mengusut tuntas insiden ini. DPR RI bisa turut mengawal investigasi,” tandas pria yang kini aktif mengajar di Fakultas Hukum Unpam itu.

(RT)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *