by

PKM Dosen Fakultas Hukum Unpam Soroti Ketenagakerjaan di Tengah Pandemi Corona

Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh civitas akademik dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi selain pengajaran dan penelitian, bertujuan untuk membantu masyarakat dalam proses pemberdayaan/pengembangan diri dalam rangka mencapai perikehidupan yang lebih maju, adil, dan sejahtera tanpa mengharap imbalan dalam bentuk apapun. Titik pijak pengabdian kepada masyarakat adalah kebutuhan dan perkembangan masyarakat itu sendiri. Persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat yang segera membutuhkan solusi (penyelesaian) ataupun potensi-potensi yang dimiliki yang bisa dikembangkan, perlu dikenali terlebih dulu. Upaya ini dapat dilakukan dengan suatu penelitian atau pengkajian ulang terhadap hal-hal yang ditemui pada saat menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan.

Pengabdian ini kami laksanakan di tengah pandemik covid-19 yang sedang melanda Indonesia dan dunia tetapi kami sadar, pencarian ilmu pengetahuan tidak dapat dihentikan begitu saja. Adanya pandemi virus COVID-19 telah menyebabkan berbagai macam persoalan serius di seluruh lini sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari persoalan ekonomi, sosial, politik, hingga ketenagakerjaan. Di Indonesia pun, wabah pandemi virus COVID-19 “telah memaksa pemerintah” untuk mengeluarkan kebijakan khusus dengan menghimbau penghentian sementara aktivitas-aktivitas yang menimbulkan kerumunan, seperti aktivitas pendidikan di sekolah, pekerjaan di perusahaan, kegiatan di ruang umum, hingga keagamaan di rumah ibadah. Semenjak pandemi ini terjadi, banyak pula istilah baru bermunculan.

Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 telah menegaskan bahwa terkait ketenagakerjaan telah diatur secara jelas dari definisi sampai dengan peraturan pelaksanaannya. Adanya pandemi virus COVID-19 telah menyebabkan berbagai macam persoalan serius di seluruh lini sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari persoalan ekonomi, sosial, politik, hingga ketenagakerjaan. Di Indonesia pun, wabah pandemi virus COVID-19 “telah memaksa pemerintah” untuk mengeluarkan kebijakan khusus dengan menghimbau penghentian sementara aktivitas-aktivitas yang menimbulkan kerumunan, seperti aktivitas pendidikan di sekolah, pekerjaan di perusahaan, kegiatan di ruang umum, hingga keagamaan di rumah ibadah. Semenjak pandemi ini terjadi, banyak pula istilah baru bermunculan. Istilah ini perlu kita pahami agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

 

 

Pertama, kita perlu mengenal tentang COVID-19. Apa itu COVID-19? COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang pertama kali terjadi di Wuhan, China, pada Desember 2019. Hingga kini, telah menyebar ke banyak negara, termasuk Indonesia. Apa itu coronavirus? Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19.

Apa saja gejala COVID-19? Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare, Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Bahkan, beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun dan tetap merasa sehat. Sebagian besar (sekitar 80%) orang yang terinfeksi berhasil pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari 6 orang yang terjangkit COVID-19 menderita sakit parah dan kesulitan bernapas.

Orang-orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes, punya kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius. Mereka yang mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas sebaiknya mencari pertolongan medis. Bagaimana cara COVID-19 menyebar? Orang dapat tertular COVID-19 dari orang lain yang terjangkit virus ini. COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit COVID-19 batuk atau mengeluarkan napas. Percikan-percikan ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan-permukaan di sekitar. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung atau mulutnya, dapat terjangkit COVID-19. Penularan COVID-19 juga dapat terjadi jika orang menghirup percikan yang keluar dari batuk atau napas orang yang terjangkit COVID-19. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran COVID-19 dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.

Berdasarkan latar belakang tersebut, kami dari Tim Program Pengabdian Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang (UNPAM) yang berjumlah 5 dosen 4 mahasiwa terpanggil untuk ikut serta membantu memberikan penyuluhan dan kesadaran kepada masyarakat untuk turut serta memberikan informasi kepada masyarakat dengan judul PKM: “Peran Masyarakat Dalam Masalah Ketenagakerjaan di Tengah Pandemic Covid-19 di Kelurahan Ciakar, Kec. Panongan Kab. Tangerang” pada tanggal 6 sampai dengan 8 Agustus 2020. Mengingat dampak dari Covid 19 ini bagi masyarakat desa yang kebanyakan pekerja di pabrik agar mengetahui dan memahami hak-hak sebagai pekerja pada saat perusahaan membuat kebijakan dan keputusan misalnya pengurangan upah dan pemutusan hubungan kerja”.

Adapun yang menjadi tujuan program Pengabdian Kepada Masyarakat ini terkait Peran Masyarakat Dalam Masalah Ketenagakerjaan di Tengah Pandemic Covid-19 di Kelurahan Ciakar, Kec. Panongan Kab. Tangerang antara lain:

  1. Membantu untuk menumbuhkan sinergitas diantara anggota masyarakat dengan didasari oleh keterbukaan, rasa saling menghargai, melindungi, menjaga, dan nilai-nilai positif lainnya dalam mengembangkan kesadaran keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat.
  2. Memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap adanya permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan di perusahaan-perusahaan.

Sedangkan manfaat yang diperoleh dari program Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu antara lain:

  1. Mengetahui dan memahami apa saja yang merupakan hak dan kewajiban sebagai pekerja di suatu perusahaan.
  2. Mengetahui cara dan solusi bagi pekerja yang mendapat masalah pemutusan hubungan kerja.
  3. Memberikan pengetahuan mengenai hal-hal penting mengenai proses penyelesaian hubungan industrial, dari bipartite, tripartite, sidang di Pengadilan Hubungan Industrial dan Mahmakah Agung (MA). ***)

Penulis :

Suparno, SH,MH.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Pamulang (Unpam) Tangsel. **)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *