by

Pertunjukan Online Ala Lab Teater UG

-Komunitas-194 views

DEPOK- Sejak Maret pembelajaran online akibat Covid-19 mulai diterapkan, begitu juga yang dilakukan oleh Universitas Gunadarma. Siap tidak siap segala pembelajaran konvensional dengan tatap muka harus berganti dengan pembelajaran daring. Bagaimana dengan matakuliah yang harus praktik?

Semua akhirnya menyesuaikan. Maka dalam rangka pemenuhan nilai matakuliah Basic Acting and Stage Production semester empat jurusan Sastra Inggris, Laboratorium Teater Universitas Gunadarma menggelar pentas “Sastra Online Stage” lima hari berturut-turut di media sosial Instagram.

Salah satu dosen pengampu matakuliah berpraktik tersebut adalah Eva Nurfatimah, S.S. M.Sas mengatakan ini adalah pengalaman pertama untuknya mengadakan ujian pementasan secara online. Tapi dirinya menganggap situasi ini sebagai tantangan dalam mengajar.

“Walau terasa berbeda dan berat, tapi akhirnya kami harus menyambut ini dengan baik. Bagaimana harus cepat beradaptasi dengan keadaan, sehingga saya dan tim Lab Teater Universitas Gunadarma meramu konsep ujian online. Tidak ada yang sulit, hanya butuh pembiasaan saja,” tutur Eva.

Persiapan-persiapan dilakukan sampai pada final ujian pementasan. Praktik secara online dari mulai olah vocal, olah rasa, sampai pada teknis pementasan. Sehingga dipilihlah pentas online ini melalui media sosial intagram karena penontonnya bisa siapa saja, dan mudah untuk dilakukan. Selain itu, Eva mengatakan matakuliah ini bukan hanya menghasilkan pentas saja,
tapi ada proses yang tentunya menambah nilai kebaikan mahasiswa.

 

 

“Pada dasarnya matakuliah ini tidak menuntut mahasiswa harus mengikuti alur belajar seperti matakuliah lain. Matakuliah ini merangkul mahasiswa untuk bisa mengeluarkan sisi terbaik dari dalam diri mereka, membuka diri pada kepandaian terpendam, mengasah kemampuan juga mendorong kemauan untuk berkembang dengan cara yang patut,” katanya.

Setiap kelas seperti ingin berlomba memberikan suguhan pementasan terbaik dari kelas masing-masing. Mereka dituntut kreatif untuk membuat poster, menyusun acara yang menarik dan menampilkan yang terbaik. Penampilan juga bervariasi, ada yang membaca puisi, monolog, musikalisasi puisi, menyanyi bahkan membuka sesi diskusi dengan bintang tamu yang sudah
punya nama di ranah pertunjukan Indonesia.

“Para mahasiswa beradu konsep antar kelas dan bersemangat menampilkan yang paling sempurna. Saya merasa mahasiswa tidak lagi menganggap ini sebagai ujian untuk pemenuhan nilai, tapi menebarkan energi positif berkarya dari rumah,” tambah Eva.

Eva menjelaskan dengan pembelajaran online ini mahasiswa menjadi lebih mandiri dan kreatif. “Mahasiswa bisa memanfaatkan semua yang tersedia di rumah sebagai objek pementasannya, kalau biasanya pentas di kampus atau tempat tertentu, mereka sibuk mempersiapkan properti, sementara di rumah, banyak barang atau benda yang bisa dipakai, bahkan mereka tinggal memilih spot saja bagusnya pentas dimana yang disesuaikan dengan tema pentas mereka, ini membuat mahasiswa bisa lebih all out,” jelasnya.

Selain itu Eva berharap, pembelajaran online ini bukan hanya membuat mahasiswa semakin berinovasi lagi, tapi juga membuat para dosen terpacu belajar dan belajar lagi untuk lebih memahami platform digital. “Satu semester ini kami akrab dengan digitalisasi pertunjukan, apakah cukup?

Rasanya belum ya, tapi saya dan teman-teman Lab Teater Universitas
Gunadarma terus memperbaiki diri, belajar dan belajar lagi seperti apa idealnya pentas online, dan yang terpenting, belajar jalan terus, sehat juga nomor satu,” tutupnya. (Eka Ardhinie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *