Bantentoday – Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyayangkan adanya pemecatan lima orang guru yang mengajar di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Sholatiyah di Kampung Kepandean, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.

Sebagaiman diketahui, kelima guru yang dipecat itu adalah Ahmad Gozali, Sofiyan Hadi, Habibi, Ningsih, dan Hasan Basri. Pemecatan itu diduga karena kelima guru itu ingin mengungkap dugaan penyelewengan dana hibah dari Pemprov Banten tahun 2012 senilai Rp 600 juta untuk yayasan oleh ketua yayasan berinisial ITG. Pemecatan itu dilakukan melalui surat yang diteken langsung oleh ketua yayasan.

“Ibu belum tahu, malah Ibu baru denger kabar itu, tapi tolong dicatat yayasannya, nanti akan ibu cek kebenaran informasi tersebut,” ujar Atut usai menghadiri acara Musrembang tingkat Provinsi Banten tahun 2014 di Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang, Rabu, (3/4).

Menurut Atut, secara pribadi dirinya menyayangkan bila ada guru dipecat lantaran hanya menanyakan dana hibah.

“Kenapa musti dipecat kalau orang menanyakan saja. Tidak mesti begitu, mungkin ada persoalan lain. Tapi kalau ibu tidak setuju lah,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dindik Provinsi Banten Hudaya Latuconsina mengatakan, berdasarkan informasi dari Ketua YPI bahwa kelima guru tersebut tidak dilakukan pemecatan, karena baru sebatas diberikan peringatan.

“Kata ketua yayasanya sendiri ini bukan pemecatan kok, ini baru warning. Jadi sementara belum bisa banyak yang diinformasikan,” katanya.

Dijelaskan Hudaya, untuk menyelidiki kebenaran pemecatan kelima guru tersebut. Dindik Banten telah menerjunkan tim ke YPI.

“Tadi pagi, kita sudah turunkan tim ke sana untuk mengecek. Tapi kita, tidak menanyakan seputar dana hibahnya, kita hanya menanyakan berkaitan dengan status gurunya apakah sudah sertifikasi atau belum,” ujarnya.

Menurut Hudaya, jika memang benar kelima guru itu betul-betul dilakukan pemecatan, Dindik Banten akan mendata apakah guru tersebut sudah mengantongi sertifikasi atau belum. Jika benar, guru tersebut sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi, maka ada mekanisme administrasi yang harus diselesaikan oleh yayasan. Karena ini menyangkut keuangan Negara. Apakah nantinya guru tersebut akan diberhentikan terlebih dahulu status guru tersebut sebagai guru tetap di yayasan.

“Kita punya data, kita akan cek kelima guru tersebut apakah sudah masuk data guru bersertifikasi atau tidak,” katanya.(dik)



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Kirim Komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas