by

Ahmad Aswandi, Aktivis Santri yang Masuk Parlemen

BOGOR – Penghormatan terbesar bagi agama adalah mampu memperjuangkan kepentingan umatnya demi kemaslahatan. Inilah yang melandasi Ahmad Aswandi maju ke putaran Pileg 2019, kemarin. Sebagai politisi yang lahir dari rahim aktivis muslim, Kiwong-sapaan akrabnya, mengakui jika perjuangan politik membutuhkan pengorbanan yang tak sebentar (bukan hal instan). Politikus PPP yang hobi berkunjung ke pondok pesantren di Indonesia ini mengakui bahwa pekerjaan rumah seorang politisi di Indonesia masih banyak.

“Saya mengawali karir di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) usai menyelesaikan kuliah. Lalu tak selang berapa lama saya masuk partai dan saat itu juga ada kesempatan untuk maju menjadi calon legislatif (caleg), saya daftar. Alhamdulilah saya terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bogor periode 2014-2019 dan 2019-2024 melalui Dapil Tanahsareal,” kata dia.

Kiwong maju sebagai anggota DPRD melalui PPP Kota Bogor. Kenapa? “Memilih PPP karena basic saya dari Pondok Pesantren (Ponpes) dan kuliah aktif di organisasi mahasiswa Islam. Makanya saya berpikir PPP ini cocok dengan pribadi saya, karena berasaskan Islam,” jelasnya.

Sebagai politisi, Kiwong mengaku komitmennya menjadi anggota dewan adalah berjuang semaksimal mungkin untuk kebutuhan masyarakat. “Ketika misalnya ada persoalan buntu karena harus ada aturan yang dipenuhi, kita akan tempuh itu. Masyarakat kita ajarkan bagaimana mencarikan solusinya dengan memenuhi semua persyaratan-persyaratan yang memang masih dirasa kurang.

Makanya kita berharap perjuangan yang kita lakukan ini bisa sejalan dengan pemerintah, artinya anggaran-anggaran yang diberikan pemerintah berpihak kepada pendidikan keagamaan juga. Jangan hanya berpihak kepada umumnya saja. Walaupun sebagai budgeting di DPRD, tetap saja kalau tidak ada dukungan dari pemerintah akan percuma,” tandasnya. (yus)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *