by

Ini Fakta-fakta Penusukan Menkopolhukam Wiranto…

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)‎, Wiranto menjadi korban penyerangan serta penusukan yang dilakukan oleh sepasang suami istri (pasutri), FA (21) dan Abu Rara (31).

Mantan Panglima TNI tersebut ditusuk di depan Gerbang Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, pada Kamis, 10 Oktober 2019, sekira pukul 11.55 WIB. Berikut fakta-fakta Wiranto ditusuk oleh dua terduga pelaku :

1. Wiranto Ditusuk Usai Mendengar Aspirasi Mahasiswa

Wiranto tiba-tiba diserang oleh Abu Rara ‎sesaat setelah turun dari mobilnya. Saat itu, Wiranto hendak pulang menggunakan heli setelah melakukan kunjungan di sebuah kampus daerah Pandeglang, Banten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Wiranto sempat bertemu dan menerima aspirasi dari Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Mathlaul Anwar, Banten.‎ Setelah mendengarkan aspirasi dari mahasiswa, Wiranto berjanji akan menyampaikan ke Presiden Jokowi.

2. Wiranto Diserang Pasutri yang Diduga Jaringan Teroris

Wiranto diserang oleh dua terduga pelaku. Dua terduga pelaku tersebut yakni, FA (21) dan Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31). Abu Rara merupakan terduga yang melakukan penusukan terhadap Wiranto.

FA dan Abu Rara diduga merupakan pasangan suami istri (pasutri) jaringan teroris. Keduanya disinyalir teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. Sebelum bergabung di JAD Bekasi, Abu Rara pernah ada di dalam jaringan JAD Kediri.

Tak hanya itu, pihak kepolisian menduga bahwa keduanya telah terpapar paham radikal ISIS sehingga nekat melakukan penyerangan terhadap Wiranto.

3. Wiranto Ditusuk Menggunakan Pisau Ninja (Kunai)

Abu Rara dan istrinya FA menggunakan senjata tajam berupa pisau ninja (kunai) untuk menusuk Wiranto. Kunai merupakan pisau asal Jepang yang‎ digunakan untuk melakukan penyerangan jarak dekat.

Ditelisik dari Wikipedia, kunai merupakan alat ninja yang menyerupai pisau berujung lancing dan sering digunakan untuk memanjat ataupun menggali tanah. Kunai kerap berukuran kecil sekira 10-15 sentimeter.

Polisi menyita dua buah kunai dari tangan pelaku penyerang Wiranto. Kunai yang disita polisi tampak dibalut kain merah di bagian pegangannya.

4. Wiranto Alami Dua Luka Tusukan di Perut Bagian Kiri

Wiranto sempat terjatuh setelah ditusuk oleh Abu Rara. Wiranto langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandeglang sesaat ditusuk. Setelah dilakukan pemeriksaan tim dokter, terdapat dua luka tusukan di bagian perut sebelah kiri Wiranto.

Wiranto dipindah ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, menggunakan heli. Dia langsung dilakukan operasi selama tiga jam terhadap luka tusukan di perut kirinya tersebut. Saat ini, Wiranto masih dilakukan perawatan.

5. Kapolsek Menes dan Ajudan Wiranto Juga Ikut Terluka

Kapolsek Menes, Kompol Daryanto dan ajudan Wiranto, Fuad, juga menjadi korban penyerangan terduga teroris di Pandeglang. Keduanya ikut terluka saat pelaku Abu Rara menyerang Wiranto.

Daryanto dan Fuad saat itu sedang berada di lokasi kejadian untuk mendampingi Wiranto. Daryanto mengalami luka tusukan di bagian punggung, sedangkan Fuad terluka di dada sebelah kiri atas. Fuad dan Daryanto sudah dilakukan perawatan intensif.‎

6. JAD Disebut Berencana Ganggu Pelantikan Presiden dengan Menyerang Wiranto

Kepala Badan Intelijen Negara (Ka BIN) Budi Gunawan mengaku sudah mendeteksi adanya rencana JAD yang akan menggangu pelantikan Presiden dan Wapres terpilih, Jokowi‎ – Ma-ruf Amin, pada 20 Oktober 2019, mendatang.

Hal itu diungkapkan Budi Gunawan setelah Wiranto diserang oleh Abu Rara dan istrinya, yang merupakan anggota JAD Bekasi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu membantah bahwa aksi penusukan Wiranto berkaitan dengan pelantikan presiden Jokowi.

7. Wiranto Disebut Pejabat Negara Pertama yang Ditikam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut bahwa Wiranto merupakan pejabat negara pertama yang dicederai dengan cara ditikam. Wiranto ditikam tanpa pengawalan yang begitu ketat.

Penikam Wiranto sendiri sudah ditangkap oleh pihak kepolisian sesaat setelah melakukan aksinya. Saat ini, pelaku masih dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian.‎ (han)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *