by

Mahfud MD : Orang Islam Kalau Radikal, Bisa Hancur Negara

PONTIANAK- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengungkapkan bahwa Indonesia dan Islam adalah satu paket yang tak bisa dipisahkan. Ia menegaskan bahwa paham radikal yang bisa memecah belah bangsa sangat tidak bisa ditolerir.

“Sehingga upaya untuk memecah belah Indonesia dengan cara yang radikal itu tidak bisa dibenarkan,” kata Mahfud saat menghadiri dialog kebangsaan Korps Alumni HMI (KAHMI) di Pontianak, Kalimantan Barat, tadi malam.

Menurutnya radikalisme bisa berada di mana saja, sehingga jika melawan sistem yang sudah mapan tanpa prosedur-prosedur untuk melakukan perubahan secara gradual, maka jelas itulah yang disebut dengan paham radikal.

“Orang Islam jika radikal maka hancur negara, tapi karena orang Islam di Indonesia tidak radikal maka negara ini aman. Kebetulannya, yang radikal ada yang Islam, ada yang tidak dan harus dilawan,” ujarnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu meyakinkan bahwa tidak ada sistem negara khilafah dalam Islam, melainkan prinsip khilafah dan itu diakuinya memang tertuang dalam Alquran.

“Masyarakat di Kalbar jangan terpengaruh radikalisme. Generasi ke depan hendaknya terus menanamkan sikap bangga terhadap negaranya untuk mewujudkan Indonesia emas. Radikalisme itu jangan disalahartikan bahwa radikal itu orang islam. Orang Islam itu jauh lebih banyak yang tidak radikal,” katanya menegaskan.

Mahfud juga mengingatkan kepada para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) agar berkontribusi membantu pemerintah dalam mewujudkan Indonesia emas. Sehingga mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 yang penduduknya sejahtera, bahagia lahir dan batin. (han)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *