by

Polisi : Dosen IPB Sewa Perakit Bom dari Ambon dan Papua

JAKARTA – Dosen nonaktif Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith ditetapkan sebagai tersangka, terkait dengan upaya menginisiasi dan menggerakkan pembuatan bom molotov massal untuk Aksi Mujahid 212, pada Sabtu 28 September 2019.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, Abdul Basith tidak bekerja sendiri dalam perakitan bom molotov tersebut, namun membayar seseorang. “Dia (AB) mendatangkan ahli pembuat bom ikan yang di dalamnya ada pakunya,” kata Argo kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).

Abdul Basith mendatangkan pembuat bom dari Papua dan Ambon, yang dibayar masing-masing Rp8 juta. “Mendatangkan ahli bom dari Papua dan Ambon. Tiketnya dibiayai,” sambungnya.

Argo melanjutkan, selain Abdul Basith pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap sembilan tersangka lain yang diduga atas perencanaan aksi sabotase Mujahid 212.

“Jadi kita akan memeriksa juga ada dimana pertemuannya, dengan siapa dia bertemu, agendanya apa. Kemudian akan kita tanyakan semuanya, satu per satu peran daripada para tersangka yang sudah dilakukan penahanan ini, apa perannya. Misalnya ada yang menyuruh dan mendanai nanti akan kita tanyai satu per satu,” pungkasnya. (an)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *