by

Proyek Simpang Gaplek Pamulang Molor? Mandor Mengakui…

PAMULANG – Proyek pembangunan Flyover Martadinata, Simpang Gaplek Pamulang, menuai polemik. Banyak pengguna jalan mengaku kesal dengan lambannya proyek pembangunan jalan layang ini. Proyek pembangunan jalan layang ini sedianya dimulai pada awal 2016.  Tahap pertama, pembebasan lahan yg menghabiskan dana Rp 130 miliar. Sampai Maret 2017 pembangunan dimulai dengan pembersihan lahan yang sudah dibebaskan.

Pada pertengahan Agustus 2019, pengerjaan baru dimulai lagi dengan anggaran sebesar hampir Rp 90 miliar yang berasal dari APBN. Dimana, tendernya dimenangkan oleh PT. Likatama Graha Mandiri yang beralamat di Bandung. Proyek ini berlarut-larut hingga menyebabkan kamacetan di sepanjang persimpangan jalan.

“Saya sebagai Mandor memang menyadari kerjaan ini agak lamban tapi inikan saya baru mulai lagi 15 agustus 2019. Yang membuat lamban sekarang karena ada hambatan non-teknis,” kata Endang, mandor proyek dari PT Likatama Graha Mandiri, hari ini.

Sejumlah masyarakat yang sehari-harinya melintas di jalur ini mengaku sangat kecewa dan kesal. “Coba bayangkan, mau ke arah Ciputat saja habis 1 jam. Padahal cuma 3 kilometer. Ini udah nggak bener,” ungkap Sulasih, mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam), kemarin.

Sulasih juga mendesak agar proyek ini benar-benar diawasi oleh kejaksaan. “Kalau molor, kan pastinya jadi mangkrak. Kalau molor yang susah juga masyarakat,” kata dia. (fik/raf)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *