by

Rano Karno Bantah Terima “Duit Haram” dari Korupsi Alkes

JAKARTA – Mantan Gubernur Banten, Rano Karno memberikan bantahan terkait pernyataan yang menyebutkan dirinya menerima uang panas korupsi alat kesehatan. Namanya muncul dalam dakwaan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Rano Karno disebut menerima suap sebesar Rp 700 juta.

Uang tersebut diterima dari korupsi pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun anggaran 2012 dan APBD-P TA 2012.

“Sudah berulang-ulang saya terangkan kepada publik dan teman-teman di KPK. Pernyataan saya masih serupa, lalu lintas uang seperti yang disampaikan saksi Kadinkes ketika itu, Saudara Djaja, tak pernah ada,” ujar Rano Karno kepada wartawan, Kamis (31/10/2019).

Si Doel yang kini menjabat Anggota DPR RI Komisi X DPR RI ini juga menegaskan pihaknya tak pernah menerima tamu dari jajaran birokrasi Pemerintah Provinsi Banten. Dia juga mendukung kasus korupsi alkes ini diusut tuntas. Dirinya juga siap memenuhi panggilan jika perlu untuk dimintai keterangan.

“Pada masa itu, nyaris tak ada kepala dinas maupun jajaran birokrasi lainnya yang memiliki keberanian untuk dekat dengan saya sebagai wakil gubernur, ketika itu,” ujarnya.

“Selebihnya, saya serahkan dan percayakan sepenuhnya proses hukum kepada KPK,” tegas Rano Karno.

Kasus korupsi proyek pengadaan alat kesehatan di RS Rujukan Provinsi Banten ini merugikan negara sekitar Rp 79,7 miliar. Ratu Atut Chosiyah pun disebut ikut mencicip duit panas tersebut sebesar Rp 3,859 miliar. Jaksa juga mendakwa Wawan melakukan korupsi proyek itu bersama-sama dengan Atut yang telah divonis bersalah dan hukumannya sudah inkrah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *