by

Ini Tanggapan Wahidin Soal Angka Pengangguran Banten Tertinggi di Nasional

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menanggapi data yang dirilis Badan Pusat Statistisk (BPS) Provinsi Banten tentang penggauran di provinsi Banten. Menurutnya pengguran tinggi disebab banyak pendatang yang mencari kerja di Banten sementara lapangan kerja terbatas.

Dari data BPS berdasarkan pendidikan, terlihat jika tingkat pendidikan SLTA/sederajat menduduki posisi tertinggi yakni sebanyak 35.432 jiwa atau 36,11 persen, kemudian disusul SLTP/sederajat sebanyak 16.861 jiwa atau 17,18 persen dan tidak/belum sekolah sebanyak 13.767 jiwa atau 14,03 persen. Sementara tingkat pendidikan lainnya mengikuti setelahnya seperti lulusan SD/sederajat sebanyak 13.556 jiwa atau 13,82 persen, Diploma IV/Strata I sebanyak 8.142 jiwa atau 8,30 persen, belum tamat SD/sederajat sebanyak 6.752 atau 6,88 persen, Akademi/Diploma III/Sarjana

Untuk lulusan SMK dalam angka pengangguran terbuka yang juga telah menjadi persoalan nasional. Dimana Banten juga mengalami persoalan serupa layaknya daerah-daerah lainnya di Indonesia.

“Jadi memang, persoalan tersebut menjadi permasalahan nasional dan membutuhkan kerjasama semua pihak. Pendatang yang bermaksud mencari kerja di Provinsi Banten untuk benar-benar mempersiapkan kompetensinya mengingat tingkat persaingannya sangat tinggi,” ungkap Wahidin.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Banten setelah merujuk pada Data Profil Perkembangan Kependudukan di Provinsi Banten. Data ini juga telah sesuai dengan data pencari Surat Keterangan Pencari Kerja (Kartu Kuning) pada 8 Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.

Jumlah penduduk yang bermigrasi dari provinsi lain ke Provinsi Banten mencapai 98.111 jiwa. Latar pendidikan terbanyak berasal dari lulusan SLTA sederajat hingga 35.432 jiwa atau 36,11 persen. Sebanyak 21.247 atau 21,66 persen di antaranya berstatus belum/tidak bekerja, sehingga hal ini menjadi salah satu indikator penyumbang cukup signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten.

Meski tertinggi di nasional, pihaknya juga menilai ada tren penurunan anggka pengangguran selama tiga tahun.

“Walaupun terjadi tren penurunan angka pengangguran di Banten dari tahun ke tahun selama kurun waktu 3 tahun terakhir, dimana dalam data BPS bahwa pengangguran di Banten Agustus 2017 sebesar 9,28 persen, Agustus 2018 sebesar 8,52 persen, dan Agustus 2019 sebesar 8, 11 persen,” ungkapnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *