by

Pemkab Serang “Keroyokan” Atasi Pengangguran

SERANG – Kabupaten Serang meenduduki peringkat pertama penyumbang pengangguran di Provinsi Banten. Bukan tanpa alasan, hal ini bisa dilihat dari data statistik yang dirilis Badan Pusat Statistik baru-baru ini.

Berdasarkan data tersebut Kabupaten Serang menyumbang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 10,65 persen. Meski diakui dalam satu tahun, angka pengangguran menurun 2 poin dari tahun sebelumnya yang berada di angka 12,77 persen.

Ternyata penurunan angka ini didukung program “keroyokan”. Sebuah program yang dirancang untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini disebut melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (opd) di lingkungan Pemerintahan Kota Serang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Entus Mahmud kepada wartawan di Serang Jumat mengatakan, persoalan pengangguran adalah tanggungjawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga perusahaan.

“Tidak bisa persoalan pengangguran hanya tugas pemerintah daerah. Oleh karena itu, kami pun melakukan sinergi program di beberapa OPD membentuk program ‘keroyokan’ untuk menekan angka pengangguran yang masih tinggi,” kata Entus.

Sejumlah OPD Pemkab Serang yang terlibat dalam penanganan pengangguran antara lain, Disnakertrans, Dinas Sosial, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan.

“Sesuai arahan Ibu Bupati Serang, semua OPD keroyokan mengatasi pengangguran,” ujarnya.

Program yang dilaksanakan mulai dari pelatihan tenaga kerja, pelatihan kerja berbasis masyarakat, pengembangan koperasi dan UMKM, pelatihan wirausaha baru, pengembangan objek wisata, pelatihan dan penciptaaan IKM baru, hingga kerja sama dengan industri melalui program Bursa Kerja Khusus (BKK).

Menurut Entus, banyak faktor yang menjadi penyebab pengangguran tinggi di Kabupaten Serang. Antara lain Kabupaten Serang telah memekarkan Kota Cilegon dan Kota Serang, hingga banyaknya migran atau angkatan kerja yang datang dari luar Kabupaten Serang. Selain itu, ada dugaan permainan calo tenaga kerja di wilayah Industri.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *