by

Polda Banten Tindak 20.701 Pelanggar Lalin di Operasi Kalimaya 2019

BANTEN – Polda Banten melakukan penertiban lalu lintas melalui Operasi Kalimaya 2019. Selama 14 hari pelaksanaan setidaknya 20.701 pelanggar lalu lintas ditindak. Pelanggar didominasi pengendara roda dua.

“Pelanggar pengendara roda dua ini karena mereka tidak memiliki kelengkapan surat motor, tak menggunakan helm, berkendara di bawah umur, tak mematuhi rambu lalu lintas, tak memiliki SIM dan melawan arah” kata Dirlantas Polda Banten Kombes Wibowo, Kamis (7/11/2019).

Secara rinci dijelaskan dari 20.701 pelanggaran tersebut, 12.308 pelanggaran pengendara motor, mobil penumpang 2.114, mobil bus 236, mobil barang 744 dan kendaraan khusus 32.

Pelanggar masih didominasi oleh karyawan swasta sebanyak 12.926 dan dari kalangan pelajar/mahasiswa sebanyak 5.338, diikuti sopir angkutan 1.086, Pegawai Negeri Sipil 1.085 dan lain-lain sebanyak 266.

Dalam operasi Kalimaya kali ini pelanggar lalu lintas di bawah umur 15 tahun juga meningkat. Pada 2018, ada 240 pelanggar lalu lintas di bawah umur. Namun pada 2019 terjadi peningkatan sampai 2.328 pengendara.

“Dibandingkan tahun 2018 pelanggaran ini terjadi peningkatan 42 persen. Dimana diketahui pada tahun 2018 terhitung 14.606 pelanggaran,” ungkapnya.

Atas temuan peningkatan jumlah pelanggar ini, kepolisian meminta warga untuk mentaati aturan berlalu lintas.

“Tertib lalu lintas ini menjamin keselamatan diri sendiri dan orang lain. Kecelakaan terjadi karena pelanggaran lalu lintas,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *