by

Tarif BPJS Naik, Gubernur Banten Upayakan Bantuan Iuran untuk Warga Miskin

SERANG – Gubernur Banten, Wahidin Halim menilai kenaikan tarif BPJS Kesehatan 100 persen akan membebani masyarakat Banten. Namun demikian Wahidin mengatakan akan mengupayakan bantuan iuran BPJS Kesehatan, khususnya untuk warga miskin.

“Rencananya, pada APBD 2020, penerima bantuan iuran akan mengacu pada jumlah warga miskin di Banten sekitar 5,25% dari total penduduk atau sebanyak 668,740 jiwa. Penduduk ini menurutnya akan diprioritaskan sebagai penerima bantuan melalui kerja sama pemerintah pusat dan daerah,” kata Wahidin di Komplek Pemerintahan Provinsi Banten.

Hal ini tentu akan mempengaruhi APBD Banten 2020 nantinya. Sebab akan mempengaruhi anggaran belanja kabuapten dna kota di wilayahnya karena alokasi anggaran khusus untuk warga dalam skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Kenaikan ini cukup banyak, kabupaten, kota minta bantuan nggak mampu. Target mereka Rp 23 ribu sekarang Rp 42 ribu ada keluhan juga, minta bantuan dana dari kita,” ungkapnya.

Pada APBD 2019, ada hampir 1 juta orang menurutnya yang menerima bantuan iuran. Angka itu dikali Rp 23 ribu setiap bulannya dalam waktu setahun.

Ini pun lanjut Wahidin belum termasuk dengan skema bantuan kesehatan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Karena, pada APBD sebelumnya, skema ini digunakan untuk warga yang belum tersentuh BPJS Kesehatan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *