by

Soal Andre Gerindra, Politisi Demokrat Sebut CCTV Panti Pijat dan Karaoke di Jakarta

JAKARTA – Politisi Partai Demokrat Taufiqurrahman ikut mengomentari skandal penggerebekan PSK (NN) yang melibatkan Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade.

Menurut dia, Andre bukanlah sosok orang suci. Ia pun menyarankan untuk memeriksa rekaman CCTV griya pijat di Jakarta.

“Saya gak yakin Andre Rosiade itu suci, coba cek rekaman cctv seluruh griya pijat dan karaoke di Jakarta, apakah muncul wajah sok suci nya?” cuit Taufiqurrahman, dalam akun Twitternya, seperti dikutip, Sabtu (8/2/2020).

Diberitakan sebelumnya, Andre Rosiade membantah ikut terlibat dan merencanakan penggerebekan terhadap NN, perempuan berusia 26 tahun yang berprofesi sebagai PSK di Kota Padang, Sumatera Barat.

Ia menegaskan, berdasarkan keterangan Polda Sumbar, menyuruh orang, mulai dari memesan NN melalui aplikasi MiChat, hingga memesan kamar di hotel.

“Kan udah gua jelasin di situ, bahwa pertama gua gak pernah mesen, tidak pernah nama gua mesen. Kan bisa dicek di resepsionis, ada gak nama gua datang ke resepsionis, datang bayar, enggak ada,” katanya, Selasa (4/2) sore.

Selain itu, Soal NN, Markas Kepolisian Daerah Sumatera Barat selama 13 hari, NN (26) Pekerja Seks Komersial (PSK) yang digerebek dan ditangkap oleh Jajaran Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumbar bakal dibebaskan dengan status penangguhan penahanan.

Penggerebekan tersebut dilakukan bersama dengan anggota DPR RI Komisi VI Andre Rosiade di salah satu kamar hotel di Kota Padang. NN pun dikabarkan dijemput kuasa hukumnya Sabtu siang, 8 Februari 2020.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat Komisaris Besar Polisi Satake Bayu membenarkan hal itu. Menurutnya, status penangguhan penahanan terhadap NN dikabulkan setelah adanya permintaan melalui upaya hukum dari kuasa hukumnya.

“Ya, hari ini status (penangguhan) penahanannya dikabulkan. Selain adanya upaya hukum dari kuasa hukum, aspek kemanusiaan juga menjadi dasar penangguhannya dikabulkan. NN ini kan juga punya anak yang masih kecil. Nah, itu juga jadi pertimbangan kita,” kata Komisaris Besar Polisi Satake Bayu, Sabtu (8/2/2020). (HAN/ED:YUS)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *