by

Soal Covid-19, Wagub Banten Beri Wangsit ini untuk Kampus-kampus di Banten…

SERANG- Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta kalangan mahasiswa di kampus-kampus di daerah itu membantu pemerintah menyosialisasikan 3M versi pencegahan penyebaran COVID-19, yaitu Mencuci tangan dengan sabun, Mengenakan masker, dan Menjaga jarak di tempat-tempat umum.

“Kalau dulu 3M itu kan kaitannya dengan demam berdarah. Sekarang kita harus menyosialisasikan 3M baru kaitannya dengan pandemi COVID-19, termasuk pihak kampus,” katanya saat menjadi narasumber diskusi bertema “Adaptasi Kebiasaan Baru di Era Pandemi COVID-19” di Kampus Untirta di Serang, kemarin.

Dia mengatakan pada prinsipnya 3M era COVID-19 tersebut adalah protokol kesehatan yang diatur pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona jenis baru itu.

Ia mengatakan Pemprov Banten telah menerbitkan Peraturan Gubernur 38/2020 sebagai turunan dari Instruksi Presiden 6/2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

“Dalam rangka penegakan disiplin tersebut, pemprov bersama Polda dan TNI akan melakukan edukasi kepada masyarakat tentang wajib masker di tempat umum seminggu ke depan, untuk kemudian akan dijatuhkan sanksi sebagaimana diatur di dalam pergub tersebut, pada minggu-minggu selanjutnya kepada pelanggar yang kedapatan melakukannya berulang kali,” kata Andika dalam diskusi yang diselenggarakan oleh lembaga Untirta Press dan dihadiri Rektor Untirta Fatah Sulaeman, Wakil Rektor Untirta Agus Sjafari, dan Anggota DPRD Banten Jazuli Abdillah.

Wakil Rektor Untirta Agus Syafari mengatakan saat ini masyarakat masih euforia dan belum adaptasi dengan pandemi.

Dengan kondisi saat itu, katanya, masyarakat dipaksa untuk mengikuti dan menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19, salah satunya pembelajaran jarak jauh.

“Masih belum normal, menuju kepada sesuatu yang normal. Kita sebenarnya pada dasarnya dipaksa mengikuti kondisi pandemi ini. Ya, semua dipaksa, dimulai dari kita belajar. Oleh sebab itu, di Untirta kebijakan belajar kita gunakan melalui sistem daring SPADA. Uniknya, SPADA ini kita luncurkan sebelum COVID-19 datang, waktu itu di era kepemimpinan Prof Soleh, Rektor Untirta sebelumnya,” katanya.

Agus menambahkan perkuliahan daring melalui SPADA juga merupakan bentuk kebijakan di Untirta agar mahasiswa tidak dirugikan. “Kita juga memotong biaya perkuliahan, dan sudah banyak pula yang dilakukan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Untirta guna menangani situasi pandemi ini,” tandasnya.

 

(rt)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *