by

Update Corona 20 Agustus 2020 : Melonjak 2.266, Kasus Positif Corona di RI Kini 147.211

JAKARTA- Kasus penularan virus corona di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, namun pemerintah terus menggiatkan penerapan protokol kesehatan. Per Kamis (20/8/2020), terjadi penambahan 2.266 kasus positif virus corona.

Sehingga jumlah kasus positif virus corona di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 147.211, dari yang sebelumnya 144.945 kasus.

Selain kasus positif virus corona, pemerintah juga mengumumkan penambahan pasien yang meninggal sebanyak 72 jiwa, sehingga totalnya menjadi 6.418 jiwa, dari yang sebelumnya 6.346 jiwa.

Meski demikian, terdapat kabar baik terkait bertambahnya pasien positif virus corona yang sembuh sebanyak 2.017 orang. Sehingga, saat ini pasien yang sembuh dari COVID-19 di Indonesia totalnya 100.674 orang, dari yang sebelumnya 98.657 orang.

Penularan virus corona di Indonesia mayoritas terjadi pada orang tanpa gejala yang bermobilitas cukup tinggi dan abai protokol kesehatan. Pun semakin bertambah klaster virus corona di perkantoran.

Oleh karena itu, masyarakat terus diminta untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan, mulai dari mengenakan masker, menjaga jarak atau physical distancing saat berada di luar rumah, dan rajin mencuci tangan.

Terlebih saat ini virus corona dapat menyebar melalui mikrodroplets yang bisa beterbangan di udara. Pertemuan di ruang tertutup diminta untuk dibatasi jumlah peserta dan waktunya, serta pemakaian masker tetap dilakukan.

Infeksi virus corona diperkirakan akan terus terjadi hingga vaksin selesai dikembangkan. Saat ini, Indonesia dibantu China tengah mengembangkan vaksin corona di Bandung. Progresnya sudah masuk tahap tiga uji klinis.

Ribuan orang telah mendaftar menjadi relawan uji klinis vaksin bernama Sinovac ini. Rencananya, vaksin akan diproduksi Bio Farma pada awal 2021.

Selain itu, Universitas Airlangga (Unair) bersama BIN dan TNI AD juga telah menyelesaikan uji klinis tahap III obat corona yang diklaim dapat menyembuhkan pengidap COVID-19. Meski demikian, BPOM meminta riset obat ini harus betul-betul valid dan jangan terburu-buru. (YUS)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *