by

Bawaslu RI Kecewa Karena Banyak Calon Kepala Daerah yang…

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Fritz Edward Siregar menyebutkan, pelanggaran yang terjadi mencapai separuh dari jumlah 687 bakal paslon yang mendaftar.

“Proses pendaftaran ada 687 paslon, setengahnya, 243, enggak patuh protokol saat datang ke KPU (setempat yang menyelenggarakan Pilkada),” terang Edward dalam jumpa pers virtual di Kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2020).

Lebih rinci, Fritz menyebutkan ada 141 bapaslon langgar protokol di hari pertama pendaftaran. Sementara di hari kedua pendaftaran ada 102 bapaslon yang melanggar.

Bahkan, ada juga puluhan bapaslon yang tidak menyertkan surat keterangan pemeriksaan Covid-19 yang hasilnya negatif saat mendaftar ke KPU, sebagaimana yang telah dipersyaratkan untuk menjalani proses tahapan selanjutnya.

“Dan juga dihari pertama dan hari kedua ada 20 bapaslon datang ke KPU tanpa menyerahkan hasil swab (tes usap Covid-19). Bapak ibu, ini tantangan bersama kita yang sepakat pilkada (diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19),” sebut Fritz.

“Ini PR (pekerjaan rumah) besar bagaimana jalankan pilkada dengan tetap (sesuai) protokol. Ini bukan hanya tugas KPU, Bawaslu juga tugas dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Mendagri dan Satgas Covid-19 untuk bisa laksanaakan pilkada,” pungkasnyaa.

(rt)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *