by

Kamu Pengusaha Mikro? Butuh Bantuan? Klik Disini…

Kabar gembira bagi seluruh pengusaha mikro di seluruh Tanah Air. PT Pertamina (Persero) berencana menjaring 8 ribu UMKM di tahun 2020 untuk dibina.

Hingga kini, Pertamina telah memiliki total 63 ribu UMKM dalam program kemitraan. Total dana CSR yang telah digelontorkan mencapai Rp 3,5 triliun. Sekretaris Perusahaan Pertamina, Tajudin Noor, mengatakan untuk tahun 2020 ini perseroan menyiapkan anggaran sebesar Rp 40 miliar.

“Kita harapkan di tahun ini ada 8 ribu mitra yang bisa kita jaring, kita harapkan terus bertambah. Tahun ini kami sediakan dana pembinaan Rp 40 miliar untuk kemitraan,” ujar Tajudin dalam virtual conference membahas persiapan Pertamina Smexpo 2020, Selasa (8/9/2020).

Tajudin menjelaskan, selain akses permodalan, program kemitraan itu juga menyediakan pelatihan hingga pendampingan bagi UMKM untuk mencari pasar hingga global. Ia menegaskan, tidak ada biaya yang mesti pelaku usaha keluarkan untuk mendaftar sebagai mitra.

Adapun persyaratan utama UMKM yang mereka jaring, yakni harus usaha yang sudah berjalan minimal selama 6 bulan.

“Untuk menjadi mitra kita ini, mereka sudah berusaha minimal 6 bulan. Kita tidak membiayai untuk usaha yang baru ya,” ujarnya.

“Tidak ada biaya apa pun yang dipungut untuk bisa menjadi mitra binaan. Hanya memang ada sebesar kalau di perbankan biaya bunga ya, kami menyebutnya biaya administrasi sebesar 3 persen. 3 persen itu nanti kami gunakan juga untuk membina sebagai dana pembinaan buat mitra baru,” sambungnya.

Bagi pelaku UMKM yang tertarik untuk mendaftar, bisa mengakses website pendaftaran di www.pertamina.com/id/program-kemitraan.

Berikut syaratnya :

  1. Memiliki kekayaan bersih maksimal Rp 500.000.000 (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha), atau memiliki omzet penjualan tahunan paling banyak Rp 2.500.000.000.
  2. Milik warga negara Indonesia (WNI).
  3. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau terafiliasi, baik langsung dengan usaha menengah atau besar.
  4. Berbentuk badan usaha perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, termasuk usaha mikro atau koperasi.
  5. Telah melakukan usaha minimal 6 bulan, serta memiliki potensi dan prospek untuk dikembangkan.
  6. Belum memenuhi persyaratan perbankan atau Lembaga keuangan nonbank.

(ds)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *