by

Mas Rizal Ngomel-ngomel Lagi, Kali ini Soal…

Mantan Menko Kemaritiman RI, Rizal Ramli mengkritik pos-pos anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk penanganan Covid-19. Menurutnya, dari sejumlah realokasi yang dilakukan kementerian dan lembaga, ada beberapa bagian yang tidak tepat pemanfaatannya.

“Pak Jokowi silakan gunakan istilah saya, realokasi anggaran strategis. Tapi begitu saya lihat angka-angkanya, angka-angka itu enggak nyambung,” ujar Rizal dalam diskusi virtual Political and Public Policy Studies (P3S), kemarin.

Rizal mengatakan pemerintah masih menganggarkan sejumlah proyek pembangunan yang semestinya lebih dulu ditahan. Ia mencontohkan proyek infrastruktur jalan hingga program-program lain yang belakangan malah diminta untuk digeber.

Padahal, menurut Rizal, seperti saat krisis 1998, pemerintah seharusnya menyetop lebih dulu pekerjaan-pekerjaan besar. Dengan begitu, pemerintah akan memiliki pendanaan yang cukup untuk penanganan Covid-19. Apalagi, menurut dia, semakin lama berlangsung, krisis membutuhkan dana yang semakin besar.

Rizal menilai, semestinya di saat-saat pandemi, pemerintah memprioritaskan tiga hal. Pertama, penanganan Covid-19 dari sisi kesehatan. Ia menyebut penanganan ini setidaknya membutuhkan anggaran Rp 300 triliun.

“Fokusnya cuma corona, hajar habis-habisan. Tapi bagaimana, biaya riset saja rendah,” tuturnya.

Selanjutnya, fokus kedua adalah pemberian bantuan kepada masyarakat yang berada di kelas ekonomi bawah. Setidaknya, menurut dia, pemerintah membutuhkan anggaran Rp 300 triliun untuk menghidupi rakyat selama enam bulan ke depan.

Ketiga, pemerintah harus serius meningkatkan produksi pangan. Rizal mengatakan program ini membutuhkan anggaran Rp 200 triliun atau lebih kecil dari fokus lainnya. “Beda dengan pabrik, penularan di tingkat petani ini kecil. Selain itu, peningkatan produksi tidak membutuhkan waktu lama,” ujarnya.

Rizal mengatakan, pemerintah hanya perlu waktu 4 bulan untuk mendorong produktivitas hasil lahan. Sehingga, ucap Rizal Ramli, pemerintah dapat mengantisipasi ancanam krisis pangan pada masa mendatang.

(rt)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *