by

Pak Mahfud Nyeletuk, Ponpes Kurang Disiplin Soal…

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyentil pondok pesantren (ponpes) yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Penularan corona di dalam pondok pesantren itu mungkin terjadi akibat tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan,” kata Mahfud di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Keterangan Mahfud itu mengomentari tentang penularan Covid 19 di Ponpes di Banyuwangi, Jawa timur (Jatim). Menurutnya, meski sebagai lembaga pendidikan yang tertutup dari lingkungan luar, pesantren harus tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

Mahfud yakin kemungkinan masyarakat tertular virus corona semakin kecil jika patuh menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Karena kewajiban melawan penyakit itu sama dengan kewajiban menjalankan agama. Apa gunanya kita mau belajar, mau dakwah kalau kita tidak sehat kalau kita terancam oleh penyakit. Sebab itu, kalau pesantren ingin maju, ikuti protokol kesehatan,” tegasnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga mengatakan, saat ini pemerintah tengah menjalankan pemulihan ekonomi nasional. Namun demikian, ditegaskannya, pemerintah tetap melakukan penanggulangan pandemi Covid19.

“Dua cabang ini tidak boleh sendiri, tidak boleh kita mau memulihkan ekonomi, menghidupkan pesantren, tapi Covid-nya tidak disembuhkan,” jelasnya.

Sekadar informasi, salah satu ponpes di Banyuwangi, Jatim, dikarantina massal usai menjadi klaster penyebaran corona. Akses jalan menuju ponpes ditutup dan tidak boleh ada pihak yang keluar masuk.

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0825 Banyuwangi Letkol (inf) Yuli Eko Purwanto menjelaskan, selama karantina di lingkungan ponpes, tidak boleh ada yang keluar masuk kecuali petugas kesehatan dan logistik.

“Selama proses karantina, ponpes dijaga ketat oleh satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) tim gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Untuk kebutuhan santri di ponpes terdapat dapur umum,” terangnya.

(rt)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *