by

Wakil Walikota Bogor Bilang, Puncak Corona Terjadi Mulai…

Setelah lebih dari sepekan masuk dalam daerah risiko tinggi (zona merah), Kota Bogor akhirnya kembali ke zona oranye (risiko sedang) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Senin (7/9/2020).

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim merujuk pada laporan resmi terupdate dari pemerintah pusat melalui tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional.

“Alhamdulillah, meski ada pergerakan ke arah yg lebih baik, kita harus mampu menurunkan terus tingkat resiko secara maksimal,” kata Dedie yang juga Ketua Gugus Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

Meski demikian, pihaknya tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 yang sedang berlangsung hingga saat ini.

“PSBMK akan diteruskan atau dicabut masih menunggu evaluasi menyeluruh tanggal 10 mendatang. Namun tentu kita tidak boleh gegabah karena prediksi para ahli epidemiologi, puncak pandemi baru akan terjadi tahun 2021,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, berubahnya status Kota Bogor dari zona merah ke zona oranye kata dia merujuk pada 11 dari 15 indikator epidemiologi kesehatan masyarakat.

“Tapi salah satunya Rt atau R0, tingkat kesembuhan, okupansi bed di RS dengan kapasitas terpasang (itu ada semua di Kota Bogor),” katanya.

Ia menyebutkan Bogor dari zona merah ke zona oranye berdasarkan indikator RT dan R0. Sekadar diketahui R0 merupakan angka reproduksi atau potensi penularan dari penyakit Covid-19. R0 R0 yang terkendali adalah yang mendekati nol.

Sedangkan Rt atau R effective adalah angka reproduksi yang terjadi setelah adanya intervensi yang dilakukan pemerintah.

“Nah dari skor (Rt dan R0) per tanggal 3 Agustus hingga 6 September yang diumumkan (Gugus Tugas Covd-19) nasional per 7 September itulah Kota Bogor masuk zona oranye,” pungkasnya.

(rt)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *