by

Pilpres 2024, Milik Siapa?

-Opini-93 views

Di tengah kerisauan Dunia bergelut menangani sebaran virus corona, tensi politik di Indonesia nampaknya justru semakin memanas. Sejumlah lembaga survei juga telah rutin melakukan riset tentang siapa saja yang akan berpeluang maju di Pilpres 2024. Sejumlah nama mulai diedarkan ke publik, mulai dari politisi kawakan hingga figur-figur baru yang muncul menghiasi lini media massa.

Hasil-hasil survei dari sejumlah Lembaga tersebut bisa jadi benar presisinya, namun bisa jadi meleset jauh dari realitas politik akar rumput (grassroot). Belajar dari kandidasi demi kandidasi pilpres yang telah berlangsung sejak 2004, faktanya pemenang pilpres adalah siapa yang berhasil mencuri perhatian publik di masa-masa akhir menjelang pelaksanaan pemilu.

Nama-nama yang sering disebut dalam sejumlah survei diantaranya Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno hingga yang terbaru Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Puan Maharani, sejauh ini masih fluktuatif tingkat elektabilitasnya. Belum terlalu signifikan gab elektabilitas ketokohan antar nama-nama tersebut. Tipisnya gab elektabilitas antar tokoh tersebut bisa dipastikan karena kacamata publik masih belum terlalu berfokus pada satu nama yang berkemungkinan menjadi pilihan di 2024 mendatang. Artinya, semua tokoh (tak terkecuali nama di luar survei) masih berkemungkinan menjadi pemegang panggung 2024.

Kita tentunya masih ingat betul kemunculan Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014 lalu. Berangkat dari kota kecil yang sebenarnya tak pernah dilirik sebagai kota sensasional yang menyimpan prestasi yang prestisius, figur Jokowi faktanya sukses mencuri perhatian publik Indonesia, bahkan Dunia. Bukan soal ide kreatif melahirkan mobil Esemka yang sukses menyita perhatian publik, kepemimpinan unik dan egaliter yang sukses ditunjukkan Jokowi dengan menata Kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari pinggir jalan ke dalam pasar justru menjadi satu kesuksesan tersendiri yang dilirik dunia Internasional.

Terlepas dari kesuksesannya menata Solo, tampilan Jokowi yang dikesankan publik sebagai sosok sederhana dan diyakini menjadi representasi jelata, faktanya juga telah sukses melibas dominasi panggung elite politik seperti Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ini membuktikan bahwa presepsi publik menjadi kunci dalam kandidasi pilpres.

Lalu, siapa pemegang pesta 2024? Harus diakui, sampai sejauh ini belum ada “Fenomena Jokowi Baru” yang sukses merangsek ke benak publik. Mayoritas nama-nama politisi yang beredar sejauh ini belum berhasil memberi efek kejut bagi publik. Dari segi prestasi, kinerja hingga tampilan, figur-figur tersebut juga dipresepsikan sebagian besar publik belum terlalu menjanjikan. Artinya, Pilpres 2024 masih menjadi panggung bagi siapa saja. Semua nama yang beredar masih memiliki peluang sama. Kecuali, ada figur yang sukses memberi efek kejut bagi publik dalam satu atau dua tahun kedepan. Dan efek kejut tersebut tentunya sangat dimungkinkan dilakukan oleh figur yang saat ini memiliki basis panggung untuk berbuat dan bekerja untuk masyarakat. Kuncinya, sekali lagi, adalah soal bagaimana melahirkan presepsi positif masyarakat, baik dari aspek kinerja maupun tampilan. Bukan lahir dari gimmick atau permainan settingan di media sosial semata. (*)

 

Penulis :

Yuska Apitya Aji, S.Sos, M.H

Peneliti Kebijakan Publik.***)