by

Bendera Setengah Tiang untuk Penjaga Samudera Nusantara

-Headline-19 views

Kapal selam KRI Nanggala 402 telah dinyatakan tenggelam di Perairan Bali, 53 awak juga dinyatakan gugur.

Ketua DPR Puan Maharani meminta seluruh anggota DPR untuk mengibarkan bendera setengah tiang. Puan menuturkan, hal itu untuk mengenang jasa dan penghormatan pada awak KRI Nanggala 402 yang gugur dalam tugas.

“Kami meminta Kantor DPR/MPR serta rumah jabatan seluruh anggota DPR/MPR mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari,” kata Puan, saat memberikan sambutan pada acara Bakti Sosial Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR RI, Senin (26/4).

Dilanjutkan Puan, pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang itu dimulai pada 26 April-28 April 2021.

Soal pencarian jenazah awak KRI Nanggala 402, Puan meminta pihak terkait agar tetap dilakukan secara maksimal.

“Saya meminta agar pencarian jenazah para korban tetap dijalankan dengan maksimal, termasuk mengangkat kapal selam dari laut dalam,” ujar Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Puan mengapresiasi keputusan pemerintah yang akan memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, serta Bintang Jasa Jalasena, serta jaminan pendidikan putra-putri dari keluarga prajurit KRI Nanggala-402 hingga jenjang pendidikan S1.

Menurut Puan kenaikan pangkat dan penghargaan harus diberikan sebagai bentuk penghormatan pada awak KRI Nanggala 402. Selain itu, ia juga meminta pemerintah memperhatikan keluarga para korban, terutama masa depan pendidikan anak-anaknya.

“Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas pengabdian mereka selama ini. Bekerja dalam senyap, jauh dari publikasi, menjaga kedaulatan laut Nusantara,” papar Puan.

Cucu Proklamator RI Bung Karno itu berharap nilai-nilai perjuangan awak kapal selam KRI Nanggala 402 dirawat dan diaplikasikan oleh seluruh prajurit.

“Pengabdian mereka tulus, tak pernah mengeluhkan usia kapal yang sudah tua. Mereka tabah sampai akhir,” tegas legislator dapil Jateng itu.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono sebelumnya menyatakan akan berupaya mengangkat KRI Nanggala ke darat dengan izin pemerintah melalui Panglima TNI. (adt)