by

Dari Pentolan NU Hingga Hijrah ke Belantara Pasal

Namanya mungkin tak setenar Cak Nun atau tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia lain yang kondang di zamannya. Namun demikian, perjalanan Anom Surya Putra bisa menjadi rujukan bagi intelektual-intelektual muda yang bergelut membesarkan kiprah desa sebagai penopang ekonomi nasional. Beragam buku ia tulis dan terbitkan untuk menebar ilmu bagi aparatur desa yang ingin mengembangkan usaha-usaha mandiri untuk menopang perekonomian domestik paling bawah, yakni desa.

Malang melintang di dunia aktivisme saat pergolakan politik nasional berlangsung, tepatnya saat peralihan Orde Baru ke Orde Reformasi, Anom juga tercatat pernah menahkodai Kelompok Kerja Kaum Muda Nahdlatul Ulama (NU). Alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Pascasarjana Hukum Universitas Pamulang (Unpam) Tangerang Selatan ini memilih konsen menapaki ide-ide besar pembangunan perekonomian desa di Indonesia. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menjadi studi riset pascasarjananya adalah kritik besar pentingnya keberadaan wadah perekonomian kemandirian desa di Tanah Air. “Karena desa adalah kunci,” ujarnya.

Buku Ponggok Inspirasi Desa dan Menjelajahi Badan Hukum BUM Desa adalah secarik pikiran tentang ide dan gagasan berdesa yang ia tulis dan menjadi rujukan bagi intelektual kampus dalam mempelajari perekonomian kemandirian desa di Indonesia. Karya Anom ini merupakan upaya keras untuk menyusun salah satu maha karya. Upaya keras itu melekat pada sosok penulisnya sebagai insan terpelajar yang selalu haus mencari setetes embun pengetahuan. Pengembara yang selalu menyusuri laku kehidupan intelektualitasnya.

BACA JUGA:  Restorasi Pertahanan Generasi Milenial

Sebelumnya Anom Surya Putra menumpahkan kegelisahan alam pikirnya kedalam berbagai macam tulisan yang awesome. Antara lain Agamaku Terbang Tinggi (Skripsi yang diolah dan diterbitkan INSPIRASI, 2001), Teori Hukum Kritis (antologi, diterbitkan Citra Aditya Bakti, 2003), Hukum Konstitusi Masa Transisi: Semiotika, Psikoanalisis dan Kritik Ideologi (antologi, diterbitkan Nuansa Cendekia, 2003).

Tiga karya Anom Surya Putra mengalami perubahan total pasca terbitnya UU No. 6/2014 tentang Desa. Bersama kawan pergerakannya, Jaringan Komunikasi Desa (Jarkom Desa), Anom mulai menapak pada pembacaan situasi lapangan. Ia menulis buku Ruwat BUM Desa Merpati(Jarkom Desa, 2017). Ciri khas tulisannya adalah mengemas bahasa filsafat secara popular, membumikan bahasa langit menjadi bahasa bumi yang mudah dicerna oleh para pembaca. Tulisan kelas doktoral yang dihasilkan dengan bernas oleh sarjana legal researcher.

BACA JUGA:  Inilah Pesan Kemsetneg di Hari Sumpah Pemuda

Kini, Anom tak hanya menulis buku. Kerasnya rimba hukum di Indonesia menjadi tantangan baginya untuk menapaki dunia baru di dunia advokat. Cita-citanya sangatlah sederhana, yakni menjadikan hukum tak melulu hanya bicara pasal demi pasal. Namun, lebih dari itu, ia mencitakan hukum adalah diskursus modern yang mengamanatkan ilmu pencerah bagi kemajuan peradaban. (yus)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
100 %