by

Jokowi : Gas dan Remnya Harus Cepat…

-Headline-15 views

Presiden Jokowi menyoroti pemulihan kesehatan dan ekonomi Indonesia yang saat ini masih terdampak pandemi virus corona. Jokowi menegaskan, pemulihan kesehatan dan ekonomi harus terkelola dengan baik.

“Gas dan remnya harus dilakukan secara tepat. karena yang namanya COVID ini barangnya tidak kelihatan. Jangan sampai terlalu mendahulukan ekonomi, kemudian tidak memperhatikan penyebaran COVID yang terjadi, kenaikan kasus COVID meningkat, ekonominya justru menjadi pertumbuhannya tertekan turun,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu (14/4).

Jokowi menekankan pencegahan penyebaran COVID-19 harus menjadi prioritas. Penanganan pasien positif juga harus dilakukan secara konsisten.

“Bulan Januari yang lalu, misalnya, saya enggak usah menyebutkan negaranya, [ekonomi] turun, anjlok. Begitu dibuka, dibuka bulan Maret, lompatannya [kasus COVID-19] naik tinggi sekali. Hati-hati dengan itu. Jangan sampai karena kasusnya sudah turun kemudian tergesa-gesa untuk membuka sektor-sektor yang ada,” jelasnya.

“Hati-hati per sektor, hati-hati per sektor, hati-hati per sektor. Caranya harus tepat agar dampak ekonominya bisa kita kendalikan dengan baik,” lanjutnya.

Jokowi juga menyinggung keberhasilan PPKM skala mikro yang berhasil menekan angka harian COVID-19 yang sempat berada di angka 14.000, yang kini bisa turun di kisaran 4.000-6.000 kasus harian.

Ia meminta kepala daerah untuk mengisolasi lingkungan dari yang paling kecil jika ditemukan kasus positif.

“Karena di satu kabupaten mungkin yang kasusnya hanya terjadi di sebuah desa atau dua desa, ya, desa itu yang diisolasi sehingga tidak menyebar lebih luas lagi,” tuturnya.

Eks Wali Kota Solo itu meminta sosialisasi dan penegakan protokol kesehatan terus ditingkatkan. Demikian pula dengan stok obat-obatan bagi pasien positif yang memerlukan pengobatan serius.

“Cek obatnya masih [ada] atau tidak. Kontrol obatnya tersedia atau tidak untuk berapa minggu ke depan atau berapa bulan ke depan. Semuanya harus dicek. Ini kita semuanya harus kerja detail. Enggak bisa lagi kita kerja sambil lalu untuk urusan COVID dan ekonomi ini,” tegasnya lagi.

Terakhir, Jokowi meminta kepala daerah mendukung penuh program vaksinasi. Sebab jika PPKM skala mikro dan protokol kesehatan dilakukan secara ketat, ditambah program vaksinasi berjalan dengan baik dan sasarannya tepat, maka pemulihan kesehatan dari COVID-19 dapat lebih cepat dicapai.

“Kita ingin nanti di bulan Juli target kita paling tidak 70 juta penduduk kita harus sudah divaksin. Nanti kurvanya akan kelihatan turunnya di bulan Juli kalau vaksinnya bisa mencapai 70 juta orang,” pungkasnya. (adn)