by

Soal Klaster Corona Munggahan, Gubernur Banten Bilang Begini…

Sebanyak 46 warga Perumahan Dasana Indah, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka positif seusai pulang berlibur atau munggahan ke Bogor, Jawa Barat, sebelum bulan Ramadhan yang lalu.

Mengetahui munculnya klaster munggahan di Tangerang, Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku akan memperketat kembali protokol kesehatan.

Wahidin pun mengimbau masyarakat agar berdiam diri di rumah, dan sabar untuk tidak berlibur di saat pandemi Covid-19.

“Masyarakat susah dibilangin sih. Kena (Covid-19) tuh kan, separuhnya kena, dari 60 orang. Sekarang masuk rumah sakit, itu gara-gara pergi enggak sendiri-sendiri. Jangan piknik saja, di rumah napa,” kata Wahidin kepada wartawan di Pendopo Gubernur Banten, Serang, Senin (26/4/2021).

Menurut Wahidin, dengan munculnya klaster munggahan itu menjadi pembelajaran Satgas Covid-19 di Kabupaten dan Kota agar lebih tegas mendisiplinkan masyarakat.

“Kita semakin waspada, kalau kayak gitu memperketat lagi (protokol kesehatan) berarti harus dirazia. Kalau dibaik-baikin kaya gitu, ada yang kena, larinya ke pemerintah, pemerintah harus biayain rumah sakit,” ujar Wahidin.

Mantan Wali Kota Tangerang itu meminta masyarakat untuk menaati aturan PPKM mikro maupun PSBB yang sudah dibuat pemerintah. Sebab, jika melanggar, dampaknya sudah terlihat.

“Dmpaknya sudah jelas, apa yang diingatkan pemerintah ya diikutilah, diturutin. Pakai masker, jangan ke mana-mana,” kata Wahidin.

Wahidin pun mengkhawatirkan adanya lonjakan kasus positif Covid-19 pasca-Lebaran dengan adanya kebijakan wisata dibuka.

“Dua hari ini mau (rapat) bersama Kapolda bagaimana mensiasatinya (masyarakat berlibur), membuat strategi. Dulu saja ada kenaikian setelah pulang dari wisata,” tandas Wahidin. (dn)