by

Memulihkan Ekonomi Banten

-Opini-208 views

Dampak pandemi Covid-19 masih terlihat pada Triwulan I Tahun 2021, kontraksi ekonomi Banten sebesar 0,39 persen (year-on-year). Namun demikian, kondisi perekonomian Banten mengalami pemulihan karena membaiknya pertumbuhan ekonomi triwulan ini dibandingkan dengan beberapa triwulan sebelumnya (Rilis Berita Resmi Statistik BPS Banten, 5 Mei 2021).

Apabila dilihat menurut komponen pengeluarannya, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan negatif terdalam dengan andil sebesar minus 0,98 persen. Konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi sebesar 1,69 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Momentum Ramadan dan Idul Fitri pada Triwulan-II tahun ini diyakini dapat mendongkrak perekonomian Banten tahun 2021 dengan meningkatkan permintaan konsumsi masyarakat. Akan tetapi, terdapat penetapan peniadaan mudik hari raya Idul Fitri tahun 2021 oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 dimaksudkan untuk pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah peningkatan Covid-19 selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Padahal, hal itu dapat menghilangkan potensi ekonomi dari aktivitas mudik. Harus diakui bahwa aktivitas mudik akan menggerakkan permintaan barang dan jasa pada sektor transportasi, perdagangan, akomodasi dan restoran/makan minum, hingga rekreasi dan hiburan. Beberapa lapangan usaha tersebut mengalami penurunan yang sangat tajam selama terjadinya pandemi Covid-19.

Kebijakan pemerintah Banten dalam pemulihan ekonomi pemerintah yaitu telah memberikan akses kepada para pelaku ekonomi untuk mendorong konsumsi masyarakat yang tertahan dengan adanya pandemi Covid-19. Bukan tanpa alasan pemerintah mendorong konsumsi mengingat perekonomian Banten ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 54,78 persen. Pengeluaran konsumsi rumah tangga sangat tergantung pada terkendalinya pandemi Covid-19, karena kesehatan sekarang menjadi prioritas pertama untuk semua kalangan.

Apabila dicermati, konsumsi tahun ini belum dapat pulih seperti sebelum pandemi. Hal ini karena banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas, Februari 2021) di Banten, ada 563 ribu orang yang menganggur tidak memiliki pekerjaan dan 1,59 orang yang bekerja dengan jam kerja di bawah normal.

Selain konsumsi rumah tangga, pemicu pemulihan ekonomi adalah investasi dan ekspor. Dalam hal investasi, tentu sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19, karena berbanding lurus dengan tingkat kepercayaan investor. Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi 34,68 persen dalam perekonomian Banten atau menduduki peringkat satu sebelum konsumsi rumah tangga. Di Banten, komponen ekspor berkontribusi 6,45 persen terhadap perekonomian. Hal ini dapat berpengaruh dari kenaikan harga komoditas dan membaiknya perekonomian mitra dagang di pasar global Indonesia sehingga diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi di Provinsi Banten.

Percepatan pemulihan ekonomi ini sangat diperlukan untuk menyerap tenaga kerja. Lapangan pekerjaan yang kurang, tentu akan menimbulkan masalah sosial dan ekonomi bagi masyarakat, terlebih lagi angka kemiskinan Provinsi Banten pada September 2020 yang mencapai 6,63 persen atau setara dengan 857,64 ribu jiwa. Pemulihan ekonomi dapat dipacu dengan terkendalinya pandemi Covid-19, hal ini dimaksudkan untuk menormalkan kembali konsumsi penduduk Banten sehingga mendorong kegiatan produksi. Percepatan pengendalian pandemi Covid-19 ini, tentunya memerlukan keterlibatan semua pihak di Provinsi Banten, termasuk masyarakat, dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. (*)

Oleh:

Septiarida Nonalisa

Statistisi Pertama Subkoordinator Fungsi Diseminasi dan Layanan Statistik BPS Banten. *)