by

Nasib Kesehatan Pekerja di Masa Pandemi

-Opini-116 views

Saat ini, dunia sedang berjuang melawan pandemi Covid-19, kita diingatkan kembali tentang betapa pentingnya untuk memastikan lingkungan kerja yang kondusif bagi kesehatan para pekerja. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakaerjaan telah melakukan berbagai upaya untuk tetap produktif dalam tatanan kenormalan baru. Khususnya bidang ketenagakerjaan, berbagai kebijakan yang dilakukan antara lain adalah bagaimana merencanakan keberlangsungan usaha dalam menghadapi pandemi Covid-19, apa saja protokol pencegahan penularan Covid-19 di perusahaan, perlindungan pekerja/buruh dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja pada kasus penyakit akibat kerja karena Covid-19, layanan posko keselamatan dan kesehatan kerja, dan program safetynet bagi pekerja.

Di Indonesia Covid-19 telah menyebabkan sebagian pekerja terdampak covid-19, dirilis dari data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan jumlah Angkatan Kerja (AK) di Indonesia yang terdampak Covid-19 pada Februari 2021 sebanyak 19,10 juta orang, mengalami penurunan sebanyak 10,02 juta orang atau sebesar 34,41 persen dibandingkan dengan Agustus 2020. Komposisi penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 terdiri dari 1,62 juta orang pengangguran karena Covid-19; 0,65 juta orang Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19; 1,11 juta orang sementara tidak bekerja karena Covid-19; dan 15,72 juta orang penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19. Keempat komponen tersebut mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2020. Penurunan terbesar adalah komponen penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 8,31 juta orang.

Berdasarkan jenis kelamin, penduduk usia kerja terdampak Covid-19 pada Februari 2021 terdiri dari laki-laki sebanyak 11,29 juta orang dan perempuan sebanyak 7,81 juta orang. Penduduk usia kerja laki-laki terdampak Covid-19 lebih banyak dibandingkan perempuan pada hampir semua komponen kecuali pada komponen BAK karena Covid-19. Pada Februari 2021, sebesar 62,11 persen dari seluruh BAK karena Covid-19 adalah perempuan. Namun persentase tersebut mengalami penurunan sebesar 6,91 persen poin jika dibandingkan Agustus 2020.

Tabel . Dampak Covid-19 terhadap Penduduk Usia Kerja, Agustus 2020–Februari 2021

 

Komponen Agustus 2020 Februari 2021 Perubahan
juta orang juta orang juta orang persen
[1] [2] [3] [4] [5]
a)   Pengangguran Karena Covid-19 2,56 1,62 -0,94 -36,72
b)  Bukan Angkatan Kerja (BAK) Karena Covid-19 0,76 0,65 -0,11 -14,47
c)   Sementara Tidak Bekerja Karena Covid-19 1,77 1,11 -0,66 -37,29
d)  Penduduk Bekerja yang Mengalami Pengurangan Jam Kerja Karena Covid-19 24,03 15,72 -8,31 -34,58
Total 29,12 19,10 -10,02 -34,41
Penduduk Usia Kerja (PUK) 203,97 205,36 1,39 0,68

Sumber : Berita Resmi Statistik-BPS, 5 Mei 2021

 

Menurut WHO, Covid-19 berisiko menular pada semua kelompok umur, baik laki-laki maupun perempuan. Di Indonesia, menurut data dari Satgas Covid-19 pada November 2020 menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki peluang yang sama untuk tertular Covid-19 dengan perbandingan 50,6 persen berbanding 49,4 persen, terlihat dari persentase kasus positif yang hampir berimbang. Namun jika dilihat berdasarkan kasus kematian, laki-laki memiliki risiko yang lebih tinggi dengan perbandingan 57 persen berbanding 43 persen.

Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2020 tercatat sebanyak 69,29 persen memiliki jaminan kesehatan, sedangkan sekitar 30,71 persen tidak memiliki jaminan kesehatan. Tercatat  sampai  dengan  periode  Desember  2020,  terdapat  sebanyak 222,46 juta penduduk  Indonesia  yang  telah  tercakup  ke  dalam  kepesertaan program  Jaminan Kesehatan  Nasional  (JKN).  Dari jumlah kepesertaan JKN dimaksud, sebanyak 38,47 persen merupakan pekerja/buruh.  Para  pekerja/buruh  yang  termasuk  dalam  kepesertaan  JKN terbagi kedalam kelompok Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) sebanyak 20,30 persen; Pekerja Penerima Upah Non Penyelenggara Negara (PPU Non PN) sebanyak 44,14 persen; dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sebanyak 35,56 persen.

Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap pekerja maupun tempat bekerja agar tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, sehingga cluster Covid-19 di perkantoran dan tempat kerja dapat diminimalisir. Pemerintah perlu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memberikan perlindungan kepada para pekerja agar mereka tetap aman bekerja dan anggota keluarganya tetap sehat tidak tertular Covid-19. Sementara itu, sarana dan prasarana kesehatan perlu ditingkatkan sehingga akses pekerja untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dapat mudah dijangkau dan cepat tertangani.

Oleh:

Noviar, S.Si, M.Si.

Fungsional Statistisi, BPS Provinsi Banten.**)