by

Pendidikan Selama Masa Pandemi

-Opini-159 views

Oleh : Bayu Pratama

Statistisi BPS Kabupaten Pandeglang. **)

Pendidikan merupakan indikator utama keberhasilan suatu Bangsa. Terdapat harapan besar pada proses Pendidikan untuk mencapai peradaban dunia. Sejarah mencatat, keberhasilan suatu kelompok  ditentukan oleh seberapa jauh Pendidikan menjadi prioritas utama diantara mereka.

Menilik bagaimana hancurnya Jepang Ketika terjadi pengeboman Horishima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945 yang lalu. Negeri Sakura tersebut lumpuh dari segala sisi. Namun dalam waktu yang relatif singkat, Jepang mampu berdiri dan menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di dunia.

Sejarah lain, dua peradaban besar Persia dan Romawi mampu dilengserkan oleh peradaban Islam hanya dengan waktu singkat. Keberhasilan itu membuat perhatian khusus pada sektor Pendidikan.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini telah menyita perhatian banyak Negara dan berdampak besar kepada proses Pendidikan. Dalam konferansi pers yang dilakukan oleh organisasi PBB bidang Pendidikan, UNESCO, menyatakan bahwa wabah virus corona telah berdampak pada sektor Pendidikan.

Pandemi Covid-19 merupakan wabah penyakit yang virusnya menyebar sangat cepat dan melanda sebagian besar Negara yang ada di dunia termasuk Indonesia. Virus ini terungkap pada bulan Desember 2019, berawal dari kasus Pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui, dilaporkan terjadi di Provinsi Wuhan, Cina. Menurut CSSE, 2020, sebanyak 188 negara yang terkena wabah virus ini.

Di Indonesia, berdasar data dari laman resmi covid19.go.id, total kasus positif corona hingga tanggal 1 Mei 2021 telah mencapai 1.672.880 jiwa. Dengan bertambahnya jumlah penderita, maka pengaruh negatif terhadap sektor Pendidikan juga semakin besar.

Pandemi covid-19 telah mengubah kehidupan manusia, salah satunya di bidang Pendidikan. Semua jenjang Pendidikan dari Sekolah Dasar hingga Pendidikan Tinggi mengharuskan semuanya untuk beradaptasi dan dapat melanjutkan sisa semester yang sudah berjalan.

Pemerintah memberlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), penerapan jaga jarak (social dan physical distancing) oleh pemerintah memberikan dampak yang signifikan khususnya pada bidang Pendidikan. Hampir semua aktivitas pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran dari rumah dengan sistem belajar online atau daring (dalam jaringan). Hal tersebut sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim dalam Surat Edaran No. 4 Tahun 2020, mengenai Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam masa Darurat Penyebaran Virus Covid-19 salah satunya adalah melakukan proses pembelajaran dari rumah.

Pembelajaran berbasis online pada proses pelaksanaanya tentu tidak lepas dari penggunaan berbagai macam program digital. Jenis-jenis program yang digunakan diantaranya Google Clasroom, WhatsApp, Email, Youtube, dan Zoom. Beberapa program tersebut digunakan dalam proses pembelajaran yang dilakukan secara online atau daring. Selain itu, untuk mendukung terselenggaranya pembelajaran online, dibutuhkan peralatan dan perangkat yang digunakan selama proses pembelajaran.

Pada kenyataanya, pembelajaran online masih belum dapat dilaksanakan dengan baik karena berbagai kendala yang terjadi. Diantaranya fasilitas yang kurang mendukung, kondisi ekonomi yang masih cukup rendah sehingga tidak mampu untuk membeli kuota internet, kondisi geografis yang dapat mengakibatkan jaringan internet yang tidak stabil, serta literasi digital masyarakat yang kurang dapat mengkibatkan pada pembelajaran online yang tidak dapat berjalan dengan optimal.

Pandemi covid-19 telah membawa Pendidikan di Indonesia pada garis awal Pendidikan dengan sistem yang baru.

Diawali pada Hari Pendidikan Nasional tahun lalu, PGRI telah menyerukan bahwa Pendidikan Indonesia harus segera beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat. Hingga pada Hari Pendidikan Nasional tahun ini masih terdapat banyak penyesuaian yang harus dilakukan dunia Pendidikan Indonesia. Mulai dari pelaksanaan pembelajaran dan pelatihan untuk para tenaga pendidik.

Madrasah Pertama berawal dari Keluarga

Lalu, sistem Pendidikan seperti apa yang harus disiapkan dalam menyongsong babak baru dunia Pendidikan selama pandemi covid-19?

Pertama, perlunya merencanakan, menguji, dan melihat peluang Pendidikan untuk kemudian direfleksikan sehingga kita mampu memaksimalkan potensi-potensi yang ada.

Maraknya penggunaan teknologi untuk melangsungkan pembelajaran selama pandemi, misalnya, merupakan salah satu perkara yang dijadikan pertimbangan banyak Lembaga untuk menyusun strategi perencanaan pendidikan secara matang serta meningkatkan kualitas pendidikan agar semakin baik ketika pandemi berakhir. Apalagi di tengah ketidakpastian kapan wabah tersebut akan mereda, semakin menuntut para pemangku kebijakan, khususnya dalam sektor pendidikan, untuk berusaha menyiapkan inovasi baru menyambut perubahan dunia yang begitu cepat.

Secara umum, canggihnya teknologi informasi memang telah berhasil mengubah pola pikir kita dalam memperoleh wawasan, terutama yang berkaitan dengan pendidikan. Di tengah pandemi covid-19 media menjadi salah satu sarana yang disadari oleh semua orang mampu untuk memperoleh informasi dari berbagai sisi. Baik untuk pembelajaran atau hanya sekedar mengamati perkembangan dunia saat ini.

Kedua, perlunya beberapa strategi yang mampu mendobrak peluang persaingan pendidikan dunia masa depan.

Di samping itu, lembaga Pendidikan harus mampu menyusun program dan memberikan pendidikan terbaik dari proses pembelajaran, hingga proses kelulusan, sehingga mutu dan pelaksanaan pendidikan meningkat dan mampu memberikan dampak bagi perwujudan eksistensi manusia, serta kehidupan dalam keberagaman sosial, agama dan budaya dengan rukun. Selain itu, manfaat yang paling utama adalah upaya meningkatkan mutu yang akan berdampak pada peningkatan daya saing bangsa.

Masa yang akan datang, persaingan akan menjadi hal yang utama. Siapa yang mampu bersaing dan unggul, maka pantas untuk selangkah lebih maju dalam mengambil peluang. Bangsa ini akan tertinggal jauh jika kita tidak mampu menyusun strategi.

Ketiga, memaksimalkan peran pemangku kepentingan untuk saling bekerja sama dalam menyiapkan reformasi pendidikan setelah pandemi usai.

Paradigma yang manyatakan bahwa, madrasah pertama dimulai dari keluarga, maka seluruh orang tua merupakan pondasi utama keberhasilan Pendidikan serta berperan dalam pembentukan awal karakter anak bangsa sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan persaingan masa depan.

Data yang diperoleh hasil proyeksi penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sebesar 30,1 persen atau 79,55 juta jiwa penduduk Indonesia adalah anak-anak usia 0-17 tahun. Artinya bahwa satu diantara tiga penduduk Indonesia adalah anak-anak.

Hal ini dibuktikan, berdasarkan data BPS Angka Partisipasi Murni SD/MI/Paket A tahun 2019 di Indonesia sebesar 97,64 dalam rentang 0-100. Berarti bahwa penduduk usia Sekolah SD dapat memanfaatkan fasilitas Pendidikan sesuai pada jenjang Pendidikan yang ditempuh.

Peran Guru, sekolah, dan pemerintah juga sangat menentukan dalam pemenuhan pendidikan tersebut. Guru sebagai pendidik kedua harus mampu berfungsi sebagai pembina, pembimbing, dan pengarah disamping fungsinya untuk mentransfer ilmu.

Antisipasi perubahan harus diantisipasi oleh Lembaga Pendidikan. Metode pembelajaran manual dan konvensional sepertinya perlu dipertimbangkan kembali melihat ketertarikan belajar secara daring meningkat sangat pesat.

Sisi lain, kualitas pendidik menjadi salah satu faktor utama keberhasilan kualitas pembelajaran. Dari 34 Provinsi hasil Uji Kompetensi Guru tahun 2018, hanya 13 Provinsi yang memiliki nilai rata-rata UKG 55. Belum lagi ditambah permasalahan pemerataan penempatan tenaga pendidik yang berkualitas pada setiap daerah di Indonesia.

Terakhir, peran dari pemerintah sebagai penentu kebijakan sangat penting dalam sistem Pendidikan nasional, tidak lupa mempertimbangkan karakteristik masyarakat secara utuh dan menyeluruh. Sebab, Indonesia dituntut untuk mengikuti pola perubahan yang sedang berlangsung jika tidak ingin tertinggal jauh.

Setiap perubahan akan berdampak pada dunia Pendidikan. Perubahan perilaku manusia menuntut perubahan pola tingkat kehidupan, salah satunya Pendidikan. Sejak himbauan sistem pembelajaran dari rumah, perubahan penggunaan teknologi informasi mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Upayakan keberhasilan tiga hal di atas, maka kualitas Pendidikan Indonesia pada masa yang akan datang dapat terealisasi secara optimal, sehingga mampu menciptakan generasi yang cerdas, memiliki karakter serta berdaya saing dalam menerima perubahan.

Selamat Hari Pendidikan Nasional. Wujudkan Merdeka Belajar untuk Indonesia Maju. (*)