by

Belajar Baik

-Opini-23 views

Sering-seringlah mendengar nasihat kebaikan dan mengatakan hal yang baik walaupun kita belum menjadi orang baik. Dengan sering mendengar dan mengatakan kebaikan, hati kita melunak dan melembut untuk kemudian menerima kebai­kan itu sepenuh hati. Juga, sering-seringlah bersama orang baik agar rahmat yang Allah berikan kepada orang baik itu membias kepada kita. Lihatlah anjing yang najis kelas berat menjadi mulia karena bersama Ashabul Kahfi.

Janganlah membiasakan diri mendengar dan mengatakan sesuatu yang tak baik, agar hati kita tak berproses mengeras dan akh­irnya menolak kebaikan. Juga jangan duduk bersama orang-orang yang tak baik, pengaruh negatifnya bisa cukup besar juga. Namun, jangan lupa mendoakan mereka agar menjadi baik.

Sering-seringlah membaca dan mendengar kisah orang-orang besar, orang-orang pilihan, yang sukses menjalani hidup walau diterpa banyak isu dan dihantam oleh banyak musibah. Sungguh kisah seperti itu akan menjadi penguat hati untuk tetap tegar dan sabar menjalani setiap episode kehidupan. Bukan­kah musim kemarau dan musim penghujan datang silih berganti?

Tulisan ini kami tayangkan untuk mengenang wafatnya senior kami,  jurnalis senior Jawa Pos, Alfian Mujani, yang kembali ke Haribaan Ilahi. Dipanggil ke surga, tempat yang sering ia ceriterakan agar bisa membaca buku-buku bagus secara gratis. 

Terima kasih untuk ilmu dan amal baikMu, Pak Alf. Semoga kita dipertemukan di surga Tuhan yang kekal, abadi dan dipenuhi buku-buku filsafat untuk bisa kita diskusikan lagi satu meja.

Istirahatlah yang tenang, Guru…

(Sumber opini: Harian Bogor Today).