by

Dihukum Ringan, Rizieq FPI Tunggu Hukuman Mati atau 20 Tahun Penjara

-Opini-97 views

Kembali hakim takluk pada tekanan organisasi teroris FPI. Kali ini kasus RS Ummi Bogor hanya menghukum Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dengan bui 4 tahun. Hakim takut menghukum maksimal. Sama dengan hakim Suparman Sompa yang ketakutan terhadap pentolan teroris FPI dan menghukum lebih ringan.

Membui MRS 4 tahun cukup untuk meredam aksi teroris FPI sampai 2024. Paling kurang kadal gurun, Wahabi, Ikhawanul Muslimin, teroris FPI dan HTI, tanpa provokator aksi terorisme, radikalisme, pimpinan MRS dan Munarman akan reda.

Indonesia terbukti tenang tanpa teroris FPI dan HTI. Maka harus ada upaya ekstra yakni meredam dengan memenjarakan MRS selama mungkin. Kalau perlu hukuman mati. Maka lahirlah dua scenario berikut ini.

Skenario A, memenjarakan MRS sampai 2025, satu tahun pasca pilpres 2024 baru dia keluar bui – jika tanpa remisi. Ini menjadi penting karena organisasi teroris FPI tetap akan melakukan gerakan. Caranya adalah dengan menunggangi setiap isu.

Contoh isu Gereja GKI Yasmin yang sudah diselesaikan dengan baik oleh Walikota Bogor Bima Arya juga diusik. Kalangan teroris dan kaum radikal pun mengadu domba internal gereja: bahwa ternyata ada juga kalangan Kristen kadrun – yang menolak solusi ces pleng top ala Bima Arya.

Isu lainnya yang berpotensi ditunggangi adalah soal pembangunan infrastruktur dan pembangunan Ibukota Baru di Kalimantan. Isu panas lainnya tentang Covid-19 dan potensi kehancuran ekonomi Indonesia. Isu merosotnya ekonomi ini akan ditunggangi dengan isu SARA – dengan agama dan etnisitas sebagai alat provokasi.

Isu agama halal haram surga neraka masih menjadi alat paling efektif membenci pemerintah: untuk mengarahkan ke konflik horizontal. Adu domba antar masyarakat dan golongan. Kaum Wahabi takfiri berperan besar.

Skenario 2, menghukum mati atau hukuman 20 tahun penjara untuk MRS. Kasus yang akan digunakan adalah keterlibatan MRS dan Munarman dalam perbuatan mendukung ISIS. Ketika Munarman dihukum mati karena melakukan baiat terhadap teroris ISIS, maka serta-merta MRS akan diciduk.

Bukan hanya MRS namun seluruh lingkaran yang mendukung ISIS termasuk pengasong khilafah HTI akan dilibas. Para pentolan pendukung khilafah di KPK, BUMN, ASN tanpa ampun akan disikat.

Karena mereka akan berkelindan di parpol berkedok agama PKS, seperti Hidayat Nur Wahid, Anies Baswedan yang didukung oleh PKS di Pilkada DKI 2017. Mereka berdua pengagum pentolan teroris Yusuf Qardhawi. Sangat membahayakan NKRI dan Pancasila.

Keterlibatan para pengagum teroris ini akan sangat membahayakan bangsa dan negara. Untuk itu tindakan ekstra hati-hati dilakukan. Pun para teroris sekarang telah menunggangi teroris KKB OPM di Papua yang terbukti di Merauke. Sangat sadis dan membahayakan karena ditunggangi kaum teroris jihadist.

Skenario 2 alias plan B untuk memenjarakan MRS dan Munarman yang akan dihukum mati atau hukuman penjara 20 tahun sangat penting. Pun kasus yang dihadapi oleh Munarman dan MRS jelas terkait dengan ISIS dan kesaksian para teroris yang sudah ditangkap di Condet dan Makassar dan tempat lainnya.
Publik harap tenang. Disapunya ratusan pendukung MRS di Jakarta karena melawan petugas ketika menekan hakim pengadilan, merupakan bukti ketegasan aparat keamanan terhadap aksi terror. Di medsos beredar kekurangajaran anak MRS yang memegang batu di depan aparat. Kurang ajar dia. Kalau aparat membiarkan, mereka akan menjadi besar dan tak terkendali.

Dan, pentolannya, MRS wajib dibui atau dihukum mati sebagai deterrence, pencegahan aksi radikalisme dan terorisme di Indonesia. Hukuman mati dan penjara 20 tahun menanti MRS. Hukuman empat tahun hanya hukuman perantara, sampai usai atau jelang pilpres 2024.

Jika MRS berpotensi bikin rusuh – dengan perilaku terorisme, radikalisme, intoleransi tetap dipraktikkan, maka menghukum mati MRS atau hukuman 20 tahun penjara adalah pilihan terbaik untuk NKRI. (*)

Penulis:

Ninoy Karundeng. **)