by

Inflasi Banten Pasca Lebaran 2021

Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS), pasca Lebaran 2021 secara periodik di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon mengindikasikan terjadi inflasi untuk Provinsi Banten sebesar 0,23 persen dengan besaran Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai besaran 106,71. Dari ketiga kota tersebut, inflasi tertinggi terjadi di kota Serang sebesar 0,36 persen, diikuti kota Tangerang sebesar 0,22 persen dan kota Cilegon dengan besaran 0,19 persen.

Jika diamati dari kelompok pengeluaran COICOP dimana tahun 2018 adalah sebagai tahun dasar penghitungan, tingkat kenaikan harga atau inflasi pada bulan Mei dipicu oleh kenaikan harga pada empat kelompok pengeluaran yakni, kelompok makanan, minuman dan tembakau; pakaian dan alas kaki; transportasi dan perawatan pribadi dan jasa lainnya. Hal ini sangat wajar terjadi, karena pada saat Lebaran, kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa yang ada pada kelompok pengeluaran tersebut akan mengalami peningkatan. Berdasarkan tingkat kenaikan harga / inflasi yang terjadi pada Mei 2021, untuk kelompok pakaian dan alas kaki menempati urutan pertama sebesar 0,62 persen, diikuti oleh kelompok pengeluaran untuk makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,56 persen, selanjutnya kenaikan harga untuk kelompok pengeluaran transportasi sebesar 0,33 persen dan untuk kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,23 persen. Bila dilihat dari andil masing-masing kelompok, maka kelompok makanan, minuman dan tembakau adalah kelompok pengeluaran terbesar yang menyebabkan terjadinya inflasi pada bulan Mei dengan besaran 0,15 persen sedang ketiga kelompok pengeluaran lain hanya menyumbang 0,08 persen saja.

Pengeluaran masyarakat untuk kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau pada bulan Mei yang lalu untuk sub kelompok makanan mengalami inflasi 0,69 persen. Hal ini disebabkan oleh karena permintaan atau kebutuhan akan makanan pada waktu Lebaran mengalami peningkatan yang cukup besar. Sub kelompok pengeluaran untuk minuman tidak beralkohol juga mengalami kenaikan dengan inflasi 0,16 persen, sedang sub kelompok pengeluaran untuk tembakau hanya mengalami inflasi sebesar 0,07 persen saja. Jika kita amati dari bulan sebelumnya, kenaikan ini merupakan lanjutan kenaikan yang sudah terjadi sebelum perayaan Lebaran.

BACA JUGA:  Busettt... Gaji Staf Ahli Direksi BUMN Ternyata Segini...

Kenaikan harga yang terbesar pada bulan Mei 2021atau pada bulan Lebaran tahun ini berlangsung, memang terdapat pada kelompok pengeluaran untuk pakaiaan dan alas kaki walaupun besar andil untuk inflasi Mei 2021 hanya sebesar 0,03 persen. Suka cita dan kegembiraan dalam suasana Lebaran masih ditampilkan dalam bentuk penampilan orang dalam berpakaian dan alas kaki yang digunakan. Tingkat inflasi untuk sub kelompok pakaian pada bulan Mei kemarin mencapai 0,77 persen, sedang untuk kelompok alas kaki tingkat inflasinya hanya sebesar 0,08 persen. Andil inflasi pada kelompok pakaian dan alas kaki disumbangkan oleh komoditas kerudung/jilbab dan baju muslim wanita, baju muslim anak, seragam sekolah anak, dan baju kaos berkerah anak. Tidak semua barang pada kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki mengalami kenaikan, di kota Serang tercatat andil deflasi pada kelompok ini disumbangkan oleh komoditas kemeja panjang katun pria, sepatu anak dan sarung dimana masing-masing komoditas menyumbangkan andil deflasi sebesar kurang dari 0,01 persen.

BACA JUGA:  Update Corona 21 Agustus 2020: Meningkat 2.197, Kasus Positif Corona di RI Kini 149.408
Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Tingkat Inflasi Gabungan 3 Kota IHK Provinsi Banten
Bulan Mei 2021, Tahun Kalender 2021 dan Tahun ke Tahun
Menurut Kelompok Pengeluaran COICOP (2018=100)
Kode Komoditas Tingkat Inflasi (%) Andil Inflasi (%) Inflasi Tahun Kalender (%) Inflasi Tahun ke Tahun (%) IHK Mei 2021
Umum 0,23 0,23 1,04 1,49 106,71
01 Makanan, minuman dan tembakau 0,56 0,15 2,65 2,84 109,57
02 Pakaian dan alas kaki 0,62 0,03 0,91 2,52 106,85
03 Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,02 0,01 0,09 0,08 105,16
04 Perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga -0,04 0,00 1,21 2,66 110,14
05 Kesehatan -0,02 0,00 0,24 0,98 104,74
06 Transportasi 0,33 0,03 0,68 0,70 103,68
07 Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,00 0,00 -0,08 -0,23 91,93
08 Rekreasi, olahraga dan budaya 0,02 0,00 0,13 0,48 106,88
09 Pendidikan 0,00 0,00 0,00 0,54 107,05
10 Penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,06 0,00 0,86 1,56 106,49
11 Perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,23 0,01 0,87 3,16 117,01
Sumber : Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Banten, Bulan Juni 2021

 

BACA JUGA:  Belasungkawa Tak Terhingga dari Menteri Yasonna untuk Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Kelompok pengeluaran untuk transportasi pada Mei 2021 rupanya juga mengalami kenaikan yang cukup berarti, bahkan masih berada di atas kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya. Pada bulan Mei 2021 inflasi untuk kelompok transportasi mencapai 0,33 persen, sedang untuk kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencapai 0,23 persen. Andil inflasi untuk kedua kelompok pengeluaran ini tidaklah begitu besar karena memang permintaan atau kebutuhan untuk kedua kelompok pengeluaran ini tidak seberapa besar, mengingat kebijakan pemerintah untuk membatasi masyarakat pulang mudik dan berkerumun demi mengatasi pandemic Covid-19.(*)

 

Penulis:

Toga Hamonangan,
Statistisi Ahli Madya pada BPS Provinsi Banten.**)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%