by

Lockdown Bukan Solusi!

-Headline-62 views

Gara-gara Sultan Hamengku Buwono X woro-woro soal perlunya menempuh lockdown menghadapi pandemi corona yang kian menggila, elite-elite partai oposan riuh mendukung. Nitizen yang tak pro pemerintah rame-rame mendukung. Lihat saja betapa girangnya politikus-politikus yang benci terhadap Pemerintahan Jokowi, semua seakan memberi dukungan lockdown. Padahal, selang beberapa jam kemudian, Sultan HB X memutuskan menarik kembali sabdanya untuk melockdown wilayah. Politikus-politikus kelas kadal itu terkecoh.

Kondisi saat-saat ini memang boleh dikatakan genting. Ada banyak ilmuwan menyebut Indonesia memasuki musim gelombang ke-2 pandemi corona. Setelah sempat turun presentasenya beberapa bulan, pada medio Juni 2021, presentasenya kembali naik. Jika dianalisis, salah satu musababnya tak lain adalah aktivitas mudik. Warga perantau dari kota pulang ke desa membawa virus. Menularkannya dan mewabah sampai sekarang. Lihat saja kenyataan pahit di Jawa Tengah saat ini. Kudus adalah pusara gelap episentrum gelombang ke-2 itu.

Kembali soal usulan lockdown yang geger di dunia maya, tak ada satupun analis intelijen di negara manapun yang berani merekomendasikan kepada presidennya untuk melakukan lockdown total. Hanya analis abal-abal yang berani memberi rekomendasi agar presiden melakukan lockdown nasional. Negara bisa bangkrut jika melakukan lockdown nasional. Ada baiknya, politikus kelas kadal membaca dengan jeli klausul UU Karantina Kesehatan. Baca baik-baik soal kewajiban negara memberi biaya hidup bagi masyarakat. Apakah siap anggaran belanja kita? Tentu saja tidak! Usulan lockdown hanya akan menambah berat beban rakyat kecil. Bagi pegawai bergaji bulanan tentu saja untuk satu atau dua bulan masih aman. Lalu pengusaha yang menggaji mereka apakah nyaman dengan keputusan lockdown itu? Ini usulan ngawur, keblinger. Jauh-jauh hari, Presiden Jokowi menghindari istilah lockdown. Jokowi tak mau ambil resiko dan mempertaruhkan ambruknya iklim investasi dengan ide lockdown. Berapa juta orang kena PHK jika lockdown dilakukan? Pengusaha akan cabut dari Indonesia jika lockdown dilakukan. Analis intelijen negara manapun akan berpikir demikian.

Politikus cap kadal sebaiknya tak usah memperkeruh suasana. Kasihan orang-orang kecil yang mengadu periuk dapurnya dengan mengharap tak ada gerakan tutup aktivitas secara nasional. Tak usah menambah ribut jika tak punya cukup duit untuk menyumbang orang-orang kecil yang kini jadi pengangguran. Politikus cap kadal juga tak usah membentur-benturkan kegaduhan dengan sikap oposisinya di saat seperti ini. Membonceng semua isu demi kepentingan politik. Tentu tindakan politik ini tak bisa dibenarkan. Sultan HB X sadar komentarnya soal usulan lockdown dipelintir media dan diganyang politikus cap kadal untuk mendompleng kebenciannya terhadap Presiden Jokowi. Makanya, Kanjeng Sultan buru-buru menarik ucapannya itu. (*)

Tim Editorial,