by

Rizieq Disikat, Teroris FPI HTI Serang Walikota Bogor Bima Arya

Lucu. Ngawur. Nekad. Bahlul. Teroris. Demo. Itulah predikat yang melekat pada organisasi teroris FPI dan pengasong khilafah HTI. Betapa tidak. Muhammad Rizieq Shihab (MRS) pentolan teroris FPI digebuk oleh Polisi, karena kesalahannya. Pendukung teroris FPI dan HTI, serta 212 menyerbu Balai Kota Bogor.

Demo kelas warga bahlul pun mengada-ada. Bayangkan sholawat nabi didengungkan untuk membela teroris. Kali ini lebih gila lagi. Alunan sacral puja-puji kepada Rasulullah SAW dijadikan alat penekan psikologis. Seolah mereka membela agama. Padahal mereka tengah melakukan tekanan dan pelecehan terhadap agama Islam. Sholawat bukan alat politik.

Namun karena pekok bin bahlul, teroris FPI yang pentolannya diciduk, beserta kaki tangan komandan ISIS Munarman. Ketegasan Polri memberangus kegilaan aktivitas politik identitas dan terorisme FPI dan HTI, membuat para pendukung mencari jalan. Tetap demo. Caranya?

Karena tidak memiliki kekuatan apapun, karena para bohir politik dan pendukung teroris tiarap, maka para simpatisan teroris FPI mencari sasaran yang dianggap lemah. Nah, salah satunya ya pendukung NKRI. Lokasi yang pas untuk bergerak? Kota Bogor yang menjadi pusat kadal gurun selain Depok.

Bima Arya yang tidak ada hubungannya dengan kasus Rizieq diminta bertanggung jawab. Para demonstran yang sudah ditandai itu, menuntut Bima Arya meminta maaf. Minta maaf karena dia dianggap tidak membela Rizieq FPI. Bima Arya dianggap biang laporan pemenjaraan terhadap pentolan teroris FPI.

Memang belakangan ini Bima Arya makin menunjukkan kematangannya sebagai pemimpin muda. Dia berani menegakkan hukum di tengah tekanan kaum intoleran di Kota Bogor. Salah satunya adalah terkait dengan penerapan protokol kesehatan.

MRS yang melanggar hukum pun diciduk. Bukan karena Bima Arya, namun karena pelanggaran hukum dan penipuan melawan UU Karantina Kesehatan. Tentu sikap Bima Arya membiarkan proses hukum berlangsung. Itu pun di Jakarta. Bukan di Bogor atau di IPB sebagai kandang HTI dan sumber radikalisme dan terorisme seperti terbukti dengan dosen teroris Abdul Basith.

Bima Arya yang tumbuh dari partai Amien Rais makin menyadari kebenaran lawan keblingeran. Bima Arya memilih menjadi manusia normal, benar, menegakkan kebenaran kemanusiaan. Tentu para kadal gurun, teroris FPI dan HTI serta kaum penyebar kebencian 212, akan merangsek Bima Arya. Bima Arya akan dijadikan sebagai alasan demo – agar dapat duit dan nasi bungkus.

Maka, Bima Arya tidak perlu gentar. Tegakkan kebenaran. Karena kalau sedikit saja kendor, mereka akan semakin beringas. Namun, kalau Bima Arya tegas mereka akan seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. Nurut. Kalem. Mengeret jadi kecil dan tak berdaya. Buktinya? Rizieq seperti kucing garong, yang sebelumnya kelihatan seperti singa galak. Pengecut mereka itu.

Tunjukkan kepada para pendukung teroris FPI dan HTI bahwa kebenaran di atas segalanya. Biarkan para kadrun tetap berdemo. Kalau mereka bertindak anarkis – aparat kepolisian akan bertindak. Melawan petugas? Para teroris layak untuk ditembak mati di tempat.

Jadi, publik musti mendukung manusia benar seperti Bima Arya, daripada manusia tukang pencitraan seperti Anies dan Ridwan Kamil. Berdirilah rapat mendukung anak muda yang berani bersikap. Untuk menegakkan kebenaran. Untuk membangun toleransi di tengah ancaman para kadal gurun, teroris FPI dan HTI. Maju terus. Rakyat waras di belakang Mas Bima Arya!

Penulis:

Ninoy Karundeng.**)