by

Aktivis Mahasiswa Semangati Ganjar, Bahasa Politiknya Apa?

Kedatangan aktivis kelompok Cipayung mulai dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ke padepokan kerja Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah semalam, menjadi bahasa politik yang tersirat jelas.

Mahasiswa dari beragam bendera keaktivisan ini seakan memberi dukungan penuh untuk politisi yang digadang akan maju ke Pilpres 2024 itu untuk tabah dan semangat menghadapi cobaan pandemi di Jawa Tengah. Bukan tanpa sebab pastinya, kedatangan pentolan-pentolan aktivis tersebut tentu menjadi sinyal bahwa konflik kandisasi capres di internal PDIP telah memantapkan arah politik mahasiswa kepada siapa mereka akan melabuhkan dukungan. Ganjar memang dikenal dekat dengan aktivis-aktivis kampus, khususnya di Jawa Tengah. Ia berangkat dari GMNI.

Kerasnya pertarungan kandidasi di internal PDIP sudah menjadi rahasia umum. Aksi Ganjar di sosial media yang sering menarik perhatian publik menjadi benih kecemburuan bagi sejumlah elite PDIP yang bernafsu maju di Pilpres 2024 mendatang. Puan Maharani misalnya. Tak sekali dua kali menyentil Ganjar Pranowo dengan sindiran-sindiran keras. Bahkan, loyalisnya telah mengumumkan perang terbuka di internal dengan Ganjar. Gubernur Jawa Tengah itu dikucilkan pengurus partainya sendiri. Kondisi inilah yang akhirnya mencuri perhatian elite-elite politik nonpartai, khususnya kalangan mahasiswa.

Ada semacam empati politik yang nampaknya ditunjukkan aktivis-aktivis mahasiswa menyikapi persoalan tersebut. Ganjar dirangkul. Kalau bahasa politiknya, digandeng dan dijaga. Mahasiswa terlihat memagari Ganjar dan memberinya semangat untuk tetap eksis berkarya dan tak goyah meski diserang oleh internal partainya sendiri di tengah cobaan pandemi Covid-19.

Sebenarnya, banyak mahasiswa mengidam-idamkan Pilpres 2024 bisa diisi oleh calon-calon muda yang tak memiliki beban politik, apalagi hutang janji dengan kaum oligarki. Beberapa nama politisi muda yang diidolakan dan dibanggakan mahasiswa reformis diantaranya Ganjar Pranowo, Khofifah Indar Parawansa, Agus Harimurti Yudhoyono, Bima Arya Sugiarto hingga Sandiaga Uno. Nama-nama politikus muda ini kerap diidentikkan sebagai katalis penggerak semangat anak-anak muda untuk terjun di dunia politik.

Lantas, apakah Ganjar Pranowo akan melawan partainya sendiri jelang kandidasi capres? Kita tunggu saja. Akan banyak kejutan di tikungan akhir. (*)

Tim Editorial, 

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%