by

A Pre Launch Tribute: “Membaca Rinidiyanti Ayahbi dalam Instrumentalia”

Gelaran Perempuan Puisi via streaming live instagram kembali digelar pada 2 Agustus lalu. Sedikit berbeda dengan gelaran sebelum-sebelumnya, gelaran kali ini dikhususkan untuk mengapresiasi buku puisi solo dari Rinidiyanti Ayahbi, salah satu anggota Perempuan Puisi sejak 2017.

Acara dimulai sejak pukul 19.30 WIB dibuka dengan ngibrol santai seputar proses kreatif dari buku Instrumentalia. Rini menuturkan buku tersebut adalah perenungan dari dirinya agar berani mem-publish puisi-puisinya. “Dari 2020 itu udah kepikiran untuk buat buku, tapi maju-mundur, karena jujur aku nggak PD padahal saya sudah banyak juga ikut kelas puisi, tapi rasanya belum ada keberanian, nah akhirnya 2021 ini lah lahir Instrumentalia,” tutur Rini.

“Instrumentalia” judul buku  puisi yang dirasa tepat mewakili seorang Rinidiyanti, Rini selain aktif mengikuti kelas menulis puisi dan berkomunitas juga merupakan seorang pemusikalisasi puisi. Ia sering tampil di berbagai acara sastra. “Instrumentalia ini salah satu judul puisi di buku ini, puisi yang akhirnya saya revisi, karena awalnya tidak sepanjang  yang ada di buku ini, tapi karena ini adalah hasil diskusi saya dan penerbit maka saya mengiyakan merevisi puisi tersebut, dan akhirnya buku ini berjudul Instrumentalia,” jelas Rini.

BACA JUGA:  KIM RKC, Pemenang Konten Kreatif di Ajang KimFest 2021

Dalam gelaran 30 Perempuan Puisi ini ada juga pembedah puisi Eva Nurfatimah, S.S., M.Sas. sebagai dosen fakultas Sastra dan Budaya Universitas Gunadarma. Eva memaparkan mengenai ciri khas dari puisi-puisi Rinidiyanti Ayahbi. “Puisi Rinidiyanti ini menimbulkan multi-interpretasi juga, penulisnya pintar memberikan ruang gagasan kepada pembaca, selain heart to heart juga kepada pembaca,” papar Eva.

Eva menambahkan bahwa suasana yang hadir di buku instrumentalia mewakili banyak perasaan perempuan dalam berbagai keadaan. “Buku ini ungkapan rasa, cinta yang tak terbalas, perasaam merawat orang sakit, saat diacuhkan, keinginan yang tak terkabul dan makna-makna lainnya,” tambahnya.

A Pre Launch Tribute ini juga disempurnakan dengan pembacaan-pembacaan puisi yang mengapresiasi buku Instrumentalia. Pembaca-pembaca puisi keren tersebut adalah: pembaca puisi cilik Zhifa, Juniarti, Camelia, Amalia, Disya, Anisa, Rufaidah, Anggie, Betta, serta penampilan spesial musikalisasi puisi Merpati dan Tanah yang terbelah dari buku Instrumentalia oleh Rinidiyanti Ayahbi. (Eka Ardhinie)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%