by

Belajar dari Program Jaga Asa Garapan Bima Arya: Menjaga Mimpi Generasi Terdampak Pandemi

Pemkot Bogor mencatat sedikitnya ada 229 anak di bawah 18 tahun kehilangan orang tuanya karena Covid19. Dari balita sampai pelajar SMA. Mendapat data ini, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, langsung menggerakkan tim untuk menggenjot Program Jaga Asa. Apa itu?

“Melalui program Jaga Asa, biaya pendidikan akan ditanggung oleh Pemkot Bogor sampai lulus SMA. Mereka juga akan mendapat pendampingan dan bimbingan agar terus semangat menjemput masa depan. Pemkot juga akan menyalurkan bantuan lain yang dibutuhkan oleh keluarga yang mengasuh mereka,” kata Bima Arya, Rabu (18/8/2021).

Kemarin, selepas menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-76, Bima Arya mengajak anak buahnya untuk gerilya menyisir zona terdampak pandemi.

BACA JUGA:  Foto Anggota TNI yang Jadi Penghianat NKRI Disebar, Nih Tampangnya

“Kami mengunjungi mereka, menyantuni, menyemangati dan memberi kabar bahwa pemerintah akan terus hadir untuk menjaga asa mereka semua. Semoga Allah mudahkan,” kata dia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meluncurkan program orang tua asuh dalam upaya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) dan menekan angka kemiskinan serta putus sekolah.

Wali Kota Bogor, Bima Arya bangga atas inisiasi dari peluncuran program tersebut. Sehingga, ke depan, program tersebut bisa direplikasi di wilayah lainnya. Namun, ada catatan penting yang diberikannya.

Belajar dari program Jaga Asa, semuanya bisa diukur. Maksudnya, kata Bima, jangan hanya jadi program yang hanya sekali jalan saja. Akan tetapi, harus ada pendampingan dan ikatan emosionalnya secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Bareskrim Musnahkan Ribuan Bahan Baku Obat Ilegal

Pemkot Bogor, kata Bima Arya, memiliki target kenaikan angka IPM dan angka usia sekolah. Sehingga, ia berharap, program orang tua asuh ini bisa mengakselerasi target-target tersebut. (yus)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%