by

Bima Arya Cocok Jabat Menkominfo, Istana Butuh Perbaikan Komunikasi Publik

Desas-desus reshuffle kabinet yang tengah digodok segelintir elite politik nampaknya perlu dikaji serius Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin. Jokowi juga tak sekali dua kali mengeluhkan buruknya koordinasi antar lembaga dalam membangun narasi dan komunikasi publik hingga tingkat akar rumput. Belum ada terobosan dalam membangun narasi keprihatinan negeri menghadapi pandemi. Akibatnya, masyarakat mulai berontak dengan melancarkan kritik demi kritik.

Terbaru adalah soal mural cibiran yang dipulas di underpass daerah Tangerang. Belum lagi kritik dari sejumlah seniman dan warga yang mengibarkan bendera putih saat HUT RI Ke-76. Ini jelas akan medelegitimasi kerja keras Jokowi menangani pandemi. Harusnya, tugas dan kerja-kerja komunikasi tersebut bisa saja dibebankan pada Menkominfo atau Kepala Kantor Staf Presiden (KSP). Namun, dua lembaga ini kadung dinilai buruk oleh netizen.

Beberapa tokoh muda dan memiliki kapasitas baik sebenarnya bisa secepatnya dimasukkan dalam gerbong Kabinet Indonesia Maju. Jokowi nampaknya juga senafas dengan keinginan akademisi dan pegiat ilmu komunikasi. Bima Arya Sugiarto, nama inilah yang kemudian disematkan sejumlah akademisi politik dan pegiat ilmu komunikasi politik agar bisa secepatnya membantu memperbaiki gaya dan wajah Istana Kepresidenan RI yang hari-hari ini dicibir tak karuan amburadul.

BACA JUGA:  Gawat! 15 Petugas Bandara Soetta Terpapar Omicron

Bima Arya Sugiarto dikenal tak hanya sebagai Wali Kota Bogor. Jauh sebelum menjadi kepala daerah, ia dikenal sebagai akademisi, peneliti dan ahli komunikasi politik. Rapornya di jagad maya Tanah Air juga terekam bagus. Tak ada jejak digital hitam atau sepak terjang yang buruk selama berkiprah. Inilah yang menjadi modalitas besar jebolan Doktoral Ilmu Politik Australian National University itu untuk menjadi obat penenang keluhan netizen terhadap buruknya komunikasi Istana Presiden akhir-akhir ini.

Terlebih, suami dari Yane Ardian itu juga memiliki jejaring yang luas di dunia akademisi kampus dan aktivis kemahasiswaan. Tak heran jika selama menjabat Wali Kota Bogor, mahasiswa betul-betul menghormati kepemimpinan dan kinerjanya. Benarkah reshuffle di depan mata? atau menghitung hari? Kita tunggu kabar dari Istana. (*)

BACA JUGA:  Andi Arief Bilang Mulut Dikunci Jangan Ngomongin Pancasila Melulu...

Tim Editorial, 

 

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%