by

Indonesia Spice Up The World: Kenalkan Rempah Nusantara ke Mancanegara

Meskipun dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah dunia namun kepopuleran bumbu Indonesia ini masih kurang dikenal. Itulah mengapa pemerintah menyusun sebuah program bertajuk Indonesia Spice Up The World (ISUTW).

Indonesia Spice Up The World adalah salah satu program pemerintah yang melibatkan lintas kementerian/lembaga, sebagai salah satu upaya meningkatkan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia. Terutama di Afrika, Australia, dan negara potensial lainnya.

Bukan hanya itu saja, Indonesia Spice Up The World juga diharapkan dapat mengembangkan dan menguatkan restoran Indonesia di luar negeri, atau sebagai bagian dari gastrodiplomasi restoran. Sehingga dengan adanya Indonesia Spice Up The World diharapkan dapat meningkatkan ekspor pangan olahan, terutama bumbu rempah.

Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Menurut Sandi, adanya program Indonesia Spice Up The World diharapkan dapat meningkatkan peluang industri kuliner dunia.

Mengingat berdasarkan data, nilai ekspor bumbu atau rempah olahan serta komoditas rempah segar di Indonesia mengalami tren positif, dengan rata-rata pertumbuhan 2,95% dalam lima tahun terakhir. Bahkan pada 2020 nilai ekspor mencapai 1,02 miliar dolar Amerika Serikat.

Agar berjalan maksimal, Indonesia Spice Up The World melibatkan banyak pihak: pemerintah pusat, daerah, pengusaha, akademisi, komunitas, dan media. Selain itu Indonesia Spice Up The World

menggandeng maskapai penerbangan Garuda Indonesia untuk logistik, serta bank BNI dalam segi pembiayaan.

Target Indonesia Spice Up The World

Karena tujuan utama program ini adalah mendorong kuliner Indonesia ke mancanegara, Indonesia Spice Up The World menargetkan pada 2024 dapat menghadirkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri, serta meningkatkan nilai ekspor bumbu dan rempah.

Sejauh ini program Indonesia Spice Up The World telah berjalan dengan pilot project: rendang. Selain itu ada beberapa bumbu lain yang akan dipromosikan di antaranya: bumbu nasi goreng, sate, soto, dan gado-gado.

Kemudian juga diikuti berbagai bumbu pendukung lainnya, seperti kecap manis dan kacang tanah. Sementara untuk bumbu rempah prioritas ekspor Indonesia berupa lada, pala, cengkeh, jahe, kayu manis, dan vanila.

Dengan pengenalan ini ke depannya tidak hanya mendorong pertumbuhan kuliner dan restoran Indonesia di luar negeri saja. Namun sekaligus menarik wisatawan untuk datang ke Indonesia guna mencicipi langsung berbagai kuliner dengan berbagai rempah khas.

Peluncuran Indonesia Spice Up The World

Sebagai bentuk keseriusan, Sandiaga Uno mengirimkan tim delegasi Indonesia Spice Up The World ke New York guna melakukan pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat jejaring melalui pertemuan dengan para penggiat kuliner, importir bumbu, dan pengusaha restoran non Indonesia di New York. Dengan begitu mereka dapat ikut berperan aktif menyemarakkan program Indonesia Spice Up The World serta mendorong pembukaan restoran baru berbasis kuliner Indonesia.

New York dipilih sebagai lokasi pertama peluncuran Indonesia Spice Up The World karena menurut Sandiaga Uno Amerika Serikat memiliki peluang besar untuk mengembangkan pasar rempah dan kuliner khas Indonesia.

Menariknya lagi, menurut KJRI New York, sekitar 100 restoran Indonesia buka di wilayah Pantai Timur. Tentu hal ini adalah awal yang baik, mengingat ada banyak masyarakat Indonesia tinggal di sana.

Fasilitas Kemitraan Kemenparekraf/Baparekraf

Ke depannya restoran Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Spice Up The World akan mendapatkan dukungan dan fasilitas dari pemerintah. Mulai dari bantuan mendesain ulang usaha, jaringan penyediaan bumbu dan rempah, hingga materi promosi produk pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sandiaga Uno menjelaskan, para pengusaha restoran juga akan dilatih dan didampingi dalam mengembangkan usahanya. Seperti salah satunya menyiapkan pelatihan dengan chef melalui virtual, hibrid, maupun luring apabila pandemi dapat terkendali. (hum)

BACA JUGA:  Golok Ciomas Banten yang Melegenda
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%