by

Mengenal Strategi Iklan Kekinian Simak Yuk Bun…

Pesatnya pertumbuhan teknologi ke arah digital turut berpengaruh pada dunia periklanan Indonesia. Saat ini tren periklanan mulai beralih dari metode konvensional ke arah digital. Pemasaran digital atau digital marketing adalah suatu kegiatan pemasaran atau promosi sebuah produk menggunakan media digital atau internet.

Transformasi iklan ini didorong oleh semakin masifnya penetrasi digital pada masyarakat sebagai konsumennya. Sebenarnya, ada beragam keuntungan dalam menerapkan digital marketing bagi para pelaku industri kreatif.

Keuntungan yang pertama dengan adanya digital marketing jangkauan dari iklan juga akan semakin luas. Bahkan pelaku ekonomi kreatif Indonesia dapat menyebarkan brand atau karyanya ke seluruh dunia. Hal ini membuka peluang ekspor produk buatan Indonesia ke kancah internasional

Selain itu, kecepatan penyebaran iklan secara digital juga lebih cepat dibandingkan metode periklanan konvensional. Strategi pemasaran menggunakan media digital saat ini dapat diukur dalam hitungan detik dan realtime.

Kemudahan lain yang ditawarkan strategi digital marketing adalah efisiensi dan efektivitas dalam penggunaannya. Menurut Gratner’s Digital Marketing Spend Report, memasarkan produk menggunakan cara digital dapat menghemat anggaran hingga 40%.

Keuntungan yang terakhir, digital marketing membantu pelaku industri kreatif Indonesia untuk membangun brand dengan lebih baik. Eksistensi brand di dunia maya sangat penting di era digital seperti saat ini. Pasalnya, sebelum memutuskan membeli suatu produk, seringkali konsumen mencoba mengetik nama brand pada mesin pencari.

Nah, dengan menggunakan metode digital marketing , pelaku industri kreatif akan lebih mudah untuk terhubung dengan konsumen. Keterkaitan ini dapat dibangun melalui email marketing maupun promosi media sosial lainnya. Dengan adanya hubungan tersebut, konsumen akan merasa lebih dihargai dan setia pada brand.

Prospek Digital Marketing dalam Ekonomi Kreatif

Digital marketing merupakan salah satu ranah dalam industri kreatif, tepatnya pada subsektor periklanan. Setiap tahunnya, subsektor periklanan mengalami pertumbuhan mencapai 5-7%. Belum lagi proporsi serapan jumlah tenaga kerja pada subsektor ini.

Tercatat pada Laporan Kinerja Badan Ekonomi Kreatif 2019, selama 4 tahun terjadi pertumbuhan serapan pekerja pada subsektor periklanan. Tercatat, pada 2015 hanya ada 39.041 tenaga kerja pada subsektor periklanan, lalu pada 2016 naik menjadi 40,990, dan terus naik menjadi 77.942 pekerja pada 2017. Hingga pada 2019 angka tenaga kerja pada subsektor periklanan mencapai 96.334 pekerja.

Peningkatan jumlah tenaga kerja pada subsektor periklanan ini berbanding lurus dengan pertambahan total belanja iklan di Indonesia. Hingga 2019, total belanja iklan di Indonesia memiliki tren yang positif. Iklan digital memegang peranan penting dalam hal ini.

Menurut survei yang dilakukan oleh Nielsen Indonesia pada 2019, total belanja iklan digital di Indonesia mencapai Rp13,3 triliun. Angka yang cukup fantastis ini memberikan prospek baru bagi industri periklanan Indonesia.

Lambat laun pertumbuhan kebutuhan iklan digital di Indonesia diprediksi akan terus naik. Hal ini seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke media digital dibandingkan iklan konvensional.

Digital Marketing Penggerak Roda Ekonomi Kreatif Indonesia

Dalam industri kreatif, digital marketing bukan hanya memberikan kontribusi secara langsung melalui sumbangan pendapatan. Lebih jauh dari itu, digital marketing turut memengaruhi pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif lainnya.

Peranan digital marketing dalam industri kreatif Indonesia ibarat peribahasa: bulan naik matahari naik, yang diartikan: membawa untung di sana-sini. Sebut saja peranan digital marketing bagi subsektor kriya dan fashion.

Keduanya membutuhkan strategi digital marketing untuk memasarkan produknya pada konsumen. Pasar dari produk kriya dan fashion jauh lebih luas berkat adanya strategi digital marketing.

Melalui digital marketing pula beragam kampanye mendukung produk Indonesia, seperti kampanye #BeliKreatifLokal dan #BanggaBuatanIndonesia dapat disebarluaskan. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) telah sejak lama membaca potensi digital marketing tersebut.

Hal ini diwujudkan dengan beragam gelaran kegiatan pelatihan digital marketing bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Sejauh ini telah terselenggara beragam pelatihan digital marketing yang diinisiasi oleh Kemenparekraf/Baparekraf.

Salah satunya adalah pelatihan yang diadakan di Atria Hotel Magelang pada 13-14 Oktober 2020 lalu. Pelatihan ini mengambil materi mengenai Digital Marketing dan Smartphonology yang diikuti oleh 40 peserta dan pelaku usaha kuliner, fashion, serta kriya.

Lebih jauh lagi, digital marketing juga digunakan sebagai media pemasaran pariwisata Indonesia. Hal ini memberikan ide bagi pelaku usaha pariwisata Indonesia untuk beriklan melalui media digital. Dalam rangka promosi pariwisata gambar dan video destinasi adalah faktor penarik konsumen paling penting. Mengingat banyak dari wisatawan memutuskan berlibur setelah mendapatkan gambar-gambar indah dari media sosial. (den)

BACA JUGA:  Benarkah Ada Persaingan Bisnis dan Kartel Tes PCR? DPR Curiga!
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%