by

Pikiran Kolot Sumbat Kemajuan Kampus, Dikti: Dosen Praktisi Harus Diperbanyak

Sesuai dengan surat edaran Nomor 2176/E4/PT/2020, Ditjen Dikti menganjurkan kepada seluruh perguruan tinggi untuk membanjiri perguruan tinggi dengan dosen praktisi. Lahirnya edaran ini tentu dilatarbelakangi oleh banyaknya praktik manipulasi dan nepotisme rekrutmen dosen di kampus-kampus di Indonesia belakangan ini. Pikiran kolot pejabat rektorat yang kaku terhadap sistem pengembangan civitas akademik  juga menjadi penghambat kemajuan pendidikan di Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) kemendikbud Ristek RI, Paristiyanti Nurwardani mengungkapkan bahwa sekarang saatnya perguruan tinggi dibanjiri dengan praktisi.

Ini dilakukan agar proses pemetaan atas kinerja dosen dalam kegiatan belajar mengajar bisa meningkat. Sehingga kualitas sistem pembelajaran di Indonesia bisa berkembang pesat.

“Di samping itu, tujuan lain dari program ini adalah untuk ikut mendukung pelaksanaan program Kampus Merdeka di seluruh perguruan tinggi,” kata dia.

BACA JUGA:  Astaga... Anggota Satpol PP Keciduk 'Wik-wik' Sama Selingkuhannya di Hotel

Kenapa harus dosen praktisi?

Mengajar di suatu perguruan tinggi tidak harus dari pengajar yang memiliki keilmuan yang sangat hebat atau mengantongi titel gelar sederet yang linear keilmuannya. Namun, juga dibutuhkan seorang pengajar yang sudah berkecimpung di berbagai dunia industri.

“Ini akan membantu para mahasiswa lebih siap dalam menghadapi dunia kerja,” kata dia.

Tak hanya itu, dengan adanya dosen praktisi diharapkan mampu mendorong terciptanya sebuah perguruan tinggi yang ikut serta meramaikan program Kampus Merdeka. Dengan demikian, jika program-program tersebut diaplikasikan dengan baik akan menciptakan generasi dengan sumber daya manusia yang unggul.

Bagaimana dengan ketentuan Dosen Praktisi tersebut?

Dosen tetap yang mana juga seorang praktisi di sebuah perguruan tinggi tersebut minimal sudah 6 bulan hingga 6 tahun terakhir berada di sebuah industri. Kemudian pihak perguruan tinggi wajib menyampaikan data tentang jumlah dosen tetap tersebut wajib dilakukan pencatatan.

BACA JUGA:  Cak Imin Ajak Elemen Kampus Kawal Kebijakan Publik

“Gunanya adalah untuk dilakukan pendataan secara jelas dari pihak Ditjen Dikti,” tegasnya.

Dosen praktisi lebih kompeten aplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Dengan adanya dosen praktisi di sebuah perguruan tinggi, secara tidak langsung akan membantu mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di sebuah kampus. Dengan demikian, ilmu yang disampaikan bisa langsung diterapkan melalui tiga bidang, yaitu pengabdian kepada masyarakat, pendidikan dan pengajaran, hingga penelitian dan pengembangan.

Jika banyak dosen praktisi yang mengajar di lingkungan perguruan tinggi, maka bisa dipastikan akan banyak pula terciptanya lulusan yang kompeten, terampil dan profesional. Bagaimana tidak, dengan menerapkan program tersebut dengan baik, mahasiswa akan lebih siap dan dibekali dengan ilmu untuk di dunia kerja.

BACA JUGA:  Pacar Novia Terancam Penjara 5 Tahun, Deliknya Percobaan Aborsi

“Secara tak langsung, dosen praktisi ini dijadikan sebagai ujung tombak perguruan tinggi untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Untuk itu, diharapkan setiap perguruan tinggi mampu menyediakan dosen praktisi ini di kampus masing-masing,” tandasnya. (yus)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
100 %
Surprise
Surprise
%