by

Reformasi TNI Ala Andika Perkasa: Hapus Tes Keperawanan, Berantas Prajurit Main-main Duit

Reformasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memanen simpati banyak pihak. Di internal TNI AD sendiri, gebrakan Andika mendapat apresiasi sangat besar. Tak hanya soal transparansi saja, gebrakan Andika yang mendapat banyak tepuk tangan adalah soal penghapusan tes keperawanan. KSAD menginstruksikan merevisi aturan kepada jajaran. khususnya mengenai persyaratan kesehatan dalam rekrutmen prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Andika baru-baru ini menerima laporan dari tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI AD yang menemukan kejanggalan penggunaan anggaran pada Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurbaif) dan Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif) Gelombang II 2020. Temuan tersebut ada pada setiap Depo Pendidikan Latihan dan Pertempuran (Dodiklatpur) di seluruh Rindam.

Adapun temuan yang dilaporkan kepada Jenderal Andika antara lain pemotongan gaji siswa yang digunakan untuk kepentingan pribadi, pemotongan anggaran makan, penambahan anggaran yang sengaja diadakan.

BACA JUGA:  KPK Periksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Merespons hal tersebut, KSAD langsung meminta kepada para jajarannya agar uang tersebut dikembalikan secara utuh. Menurutnya, uang itu harus dikembalikan dalam bentuk transfer yang disertai bukti.

“Pokoknya semua uang wajib dikembalikan, kalau sudah dikembalikan kita harus punya bukti secara transfer, karena saya tidak mau cash. Jadi harus dicari nomor rekening termasuk data dimana prajurit-prajurit bertugas,” kata Andika dalam tayangan video yang diunggah TNI AD, Kamis (5/8/2021).

Andika menjelaskan seluruh oknum dari Rindam dan Dodiklatpur yang terlibat penyalahgunaan anggaran Dikjurbaif dan Dikjurtaif ini akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan aturan yang diterapkan TNI AD. Ganjaran terparah, sambung dia, yaitu hukuman pidana.

Tak cuma soal transparansi, gong perubahan juga ditabuh Andika menyoal rekrutmen Kowad dan calon istri-istri tentara. Andika menilai tes keperawanan itu sudah tidak relevan dan berpotensi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Sejumlah kalangan mengartikan pernyataan tersebut sebagai langkah menghapus tes keperawanan. Menengok pernyataan itu juga, istri Jenderal TNI membagikan ceritanya saat diminta tes keperawanan sebelum menikah.

BACA JUGA:  Kecurangan Rekrutmen CPNS 2021 Dibahas Tertutup

Melansir dari akun Instagram pandjaitanuli, Istri Jenderal TNI membagikan ceritanya saat diminta untuk tes keperawanan sebelum menikah. Wanita bernama lengkap Paulina Pandjaitan ini mengaku menolak tes tersebut mati-matian. Bahkan dia memilih lebih baik tidak menikah daripada hak perempuan nya di injak-injak.

“Tahukah teman-teman kalau mau jadi tentara atau kawin sama tentara, perempuan harus test keperawanan? Termasuk saya,” tulisnya dalam keterangan foto.

“Namun, waktu itu saya mati-matian mengatakan tidak. Lebih baik enggak menikah daripada hak saya sebagai perempuan di injak-injak. Apa hubungan nya test keperawanan dan langgeng nya pernikahan?,” sambungnya.

“Termasuk menjadi seorang tentara? Apakah lebih baik tentara perempuan yang perawan? Bagaimana dengan laki2? Peraturan itu sudah lama ada dan bertahun-tahun Istri tentara dan tentara wanita Indonesia Harus mengalami itu,” paparnya. (rdt)

BACA JUGA:  Ngaku Dikeroyok Saat Beli Nasgor, Polisi Ungkap Kebohongan Korban Tawuran
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%