by

Hadiah TNI AD di Hari Polwan: Umumkan Hapus Tes Keperawanan

JAKARTA, today– Sebagai hadiah di Hari Polwan Indonesia, Mabes TNI Angkatan Darat (Mabesad) resmi mengumumkan bahwa sejumlah tes yang tidak relevan dengan tujuan perekrutan kini dihilangkan, termasuk tes keperawanan untuk Kowad. Bahkan, aturan ini disebut sudah berlaku sejak Mei 2021.

Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa, penghapusan merupakan bagian dari penyempurnaan proses rekrutmen, karena hal-hal yang tidak berhubungan dengan kesehatan calon prajurit dalam pendidikan dan kinerja tak lagi diperlukan.

Terpisah, Kepala Pusat Kesehatan TNI AD Mayjen TNI dr Budiman mengatakan penyempurnaan petunjuk teknis terkait ini sudah dituangkan dalam aturan pemeriksaan uji badan TNI AD nomor B/1372/VI/2021 tanggal 14 Juni 2021.

“Jadi sesuai dengan dinamika perubahan zaman yang terjadi, himen atau selaput dara tidak lagi menjadi tujuan pemeriksaan uji badan personel TNI,” kata Budiman.

BACA JUGA:  Soldiers in Papua's Jagara, Jayawijaya Provide Free Health Services

Budiman menegaskan, bahwa pihaknya serius menghapus aturan tes keperawanan dalam ujian calon Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Petunjuk Teknis B/13/72/VI/2021 tanggal 14 Juni 2021 tentang Penyempurnaan Juknis Pemeriksaan Uji Badan juga menyebut, bahwa hymen tidak lagi dimasukkan dalam proses pemeriksaan uji badan. Ini berarti berarti tes keperawanan bagi calon anggota TNI sudah tidak lagi diadakan dalam berkas formulir dan administrasi apapun.

“Di TNI AD, bahkan kata-kata hymen pun dihilangkan dalam formulir tersebut, karena kita tidak memperdulikan hymen tersebut kecuali ada hymen inverporata,” katanya dalam diskusi virtual, Rabu (1/9/2021).

Praktik tes keperawanan telah memicu polemik selama bertahun-tahun, karena dianggap melanggar hak-hak perempuan, dan tidak terbukti secara medis.

BACA JUGA:  Ini Daftar Lengkap Nama Pati TNI yang Kena Mutasi dan Promosi

Kampanye untuk penghentian praktik tes keperawanan ini telah dilakukan banyak pihak. Salah satunya oleh Inisiator petisi penghapusan tes keperawanan bagi calon prajurit wanita Latisha Rosabelle melalui petisi di platform Change.org Indonesia.

Petisi bertajuk #StopVirginityTestsID ini dimulai oleh Latisha Rosabelle, seorang siswa SMA pada 2017, dan sampai hari ini telah mendapatkan lebih dari 60 ribu tanda tangan. Menurutnya, respons dari Mayjen TNI Budiman mengartikan kemenangan bagi perempuan yang juga bertepatan dalam perayaan peringatan Hari Polisi Wanita (Polwan) pada 1 September 2021.

“Ini adalah kemenangan bersama. Saya harap penghapusan tes keperawanan akan diresmikan dalam dokumen yang terbuka ke publik dan diimplementasikan secara efektif. Saya juga harap para pemimpin pemimpin TNI mengimbau atau setidaknya mengajak pihak TNI AL dan AU untuk menunjukkan komitmen yang sama,” ujarnya.

BACA JUGA:  Lepas Sambut Jaksa Agung Baru, Begini Pesan Pak Bur...

Jauh sebelum Latisha memulai petisinya, Brigjen (Purn.) Sri Rumiati juga sudah sempat mengampanyekan penghentian tes ini di Polri sejak 2006. Menurutnya, praktik pengetesan untuk mengukur moral seseorang ini tidak adil, karena hanya dilakukan pada perempuan.

“Ketika saya melihat tes ini, bayangan saya adalah anak-anak korban perdagangan, perkosaan. Apakah tidak bisa lagi mengabdi kepada negara sebagai TNI dan polisi?,” tandas Budiman. (Dimas)

 

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%