by

Inilah Tokoh-tokoh yang Diprediksi Masuk Radar Jokowi dalam Mereshuffle Kabinet

Masuknya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam gerbong Koalisi Indonesia Maju (KIM) menjadi petanda bahwa dalam waktu dekat bakal ada reshuffle besar-besaran. Presiden Jokowi juga tak segan-segan telah mengajak Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan berdiskusi banyak hal, termasuk soal reshuffle kabinet. Beberapa nama kader PAN telah disiapkan Zulkifli jika Jokowi menghendaki. Kabar berkembang reshuffle kabinet seiring dengan rencana penetapan penerus Hadi Tjahjanto sebagai pemegang tongkat Panglima TNI. Gayung bersambut, ada dua nama petinggi militer yang kini digadang menggantikan Hadi, adalah Andika Perkasa yang kini menjabat KSAD dan Yudo Margono yang kini menjabat KSAL.

Tak hanya tongkat Panglima TNI saja yang kemudian menjadi pemicu adanya reshuffle. Perombakan kabinet Indonesia Maju menjelang tutup tahun juga telah menjadi rahasia umum di kalangan akademisi dan pengamat politik. Berbagai evaluasi telah dilakukan Presiden Jokowi menyikapi banyaknya persoalan. Mulai dari buruknya komunikasi publik istana, hingga banyaknya menteri di kabinet yang terlihat tak sejalan dengan visi dan pemikiran Jokowi. Banyak menteri bersikap elitis di tengah keprihatinan negara. Malah ada menteri yang terang-terangan liburan ke luar negeri di saat negara tengah tertatih dan rakyatnya susah mencari makan. Ironis.

Kondisi itu membuat Jokowi mangkel buka maen. Bahkan, tak segan-segan Jokowi kerap terlihat mencak-mencak dan ketus saat rapat terbatas dengan menteri-menteri. Sentilan Jokowi tentu meletup saat beberapa waktu lalu, rakyat kelimpungan mencari tabung oksigen. Banyak korban jiwa melayang gegara manajemen rumah sakit amburadul. Tak sedikit nyawa melayang saat isolasi mandiri gegara merit sistem penanganan tak berjalan optimal. Jokowi benar-benar dibuat pusing bukan main gegara kerja serabutan kabinetnya.

Tentu, evaluasi mendasar telah dilakukan. Memang, kini kondisi membaik karena kasus positif Covid-19 telah menurun. Namun, marahnya Orang Jawa tentu dipendam terus dalam batin. Jokowi adalah seorang politisi Jawa tulen. Watak tulen orang Jawa adalah sekali mengecap dan menilai buruk integritas seseorang, akan sulit sekali diperbaiki, meski dengan rayuan atau sanjungan yang mendayu-dayu. Kita bisa belajar dari marahnya Mantan Presiden Soeharto kepada bekas-bekas pembantunya yang sangat loyal yakni Benny Moerdani, Ali Moertopo hingga Yogo Soegomo. Loyalitas mereka pada Pak Harto jangan ditanya lagi. Namun, sekali bikin ulah dan tercium visi aneh-anehnya oleh Pak Harto, mangkelnya orang Jawa jangan dicoba. Mereka disingkirkan dengan tragis.

BACA JUGA:  Ini Pesan Dirjen Dikti untuk Wisudawan Universitas Pamulang

Kondisi ini juga telah terjadi di rezim Jokowi. Banyak menteri terlihat sudah tak senafas dan sevisi dengan presiden. Bahkan, ada menteri yang terang-terangan mempersiapkan diri maju ke Pilpres 2024. Lucu sekali. Di saat Jokowi pusing dan uring-uringan gara-gara pandemi, menterinya malah sibuk mengurus persiapan kampanye pilpres. Airlangga Hartarto dan Moeldoko misalnya.

Lantas, siapa nama yang kini dibidik radar Jokowi untuk mengisi perjuangan Indonesia Maju ke depan?

Bima Arya Sugiarto 

Kedekatan Wali Kota Bogor ini dengan Presiden Jokowi sudah menjadi rahasia umum. Bahkan, tak sekali Bima Arya dipanggil khusus ke Istana Kepresidenan oleh Jokowi. Di tengah mengencangnya isu reshuffle, Bima juga dipanggil khusus oleh Jokowi. Tentang apa yang dibahas keduanya dalam pertemuan itu, hanya Bima, Jokowi dan Tuhan yang tahu. Tentu, pembicaraan ini bukan soal receh atau remeh-temeh. Bima Arya juga tercatat sebagai pendukung garis keras Jokowi. Ia dengan terang-terangan menyatakan sikap berbeda haluan dengan Amien Rais yang menjadi Tim Sukses Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 lalu. Intuisi politik Bima Arya tak salah. Jokowi menang. Karir politik Bima Arya tak akan redup meski masa jabatannya sebagai Wali Kota Bogor habis 2023 mendatang.

 

Andika Perkasa 

Nama Andika Perkasa bukan tokoh militer kemarin sore. Ia juga bukan sekedar prajurit karir biasa. Ia adalah menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) AM. Hendropriyono. Kedekatan Jokowi dengan Hendropriyono sudah menjadi rahasia umum. Bargain politik Hendropriyono dengan Jokowi diperkuat dengan faktor historisnya dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Latar belakang dan bargain politik yang kuat ditambah dengan pendidikan yang moncer menjadi modalitas Andika Perkasa sebagai tokoh militer yang diperhitungkan Presiden Jokowi mengisi pos-pos penting di kabinet. Jikalau tak diberi kesempatan melanjutkan tongkat kepemimpinan Marsekal TNI. Hadi Tjahjanto, Andika tentu telah dipersiapkan menduduki posisi strategis di kabinet.

BACA JUGA:  Guru Besar Unhan Bicara Soal Tuduhan Jokowi Sebagai Keturunan PKI, Ngeri...
Andika Perkasa saat dilantik mejadi KSAD beberapa waktu lalu.

Abdul Mu’ti 

Namanya tak seterkenal Nadiem Makarim yang malang melintang gegara aplikasi Go Jek. Namun, di kalangan Muhammadiyah, Abdul Mu’ti bukan hanya dinisbahkan sebagai tokoh pembaharu. Mu’ti dikenal aktivis Muhammadiyah sebagai seorang akademisi yang konsern membidani persoalan-persoalan pendidikan dan perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM). Tak sekali dua kali Jokowi meminta Mu’ti untuk menjadi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Namun Mu’ti menolak dengan berbagai hal. Khususnya karena keterbatasan wewenang. Seorang wamen tentu tak bisa memiliki power untuk mengubah karena titik akhir ketok palu kebijakan menjadi kewenangan prerogatif menteri. Kabar berkembang, Muti akan menduduki posisi strategis di bidang pembaharuan Sumber Daya Manusia (SDM). Bisa jadi, ia akan mengganti Muhhadjir Effendi.

Abdul Mu’ti, Sekjen PP Muhammadiyah

Soetrisno Bachir

Politikus kawakan dan Mantan Ketua Umum PAN ini bukan sembarang tokoh. Ia tak segan-segan melawan Amien Rais di internal PAN. Sebagai orang yang dikenal dekat dengan Jokowi, Soetrisno jauh-jauh hari menyarankan agar PAN mendukung Jokowi-Maruf. Namun, egosentrisme Amien Rais memaksa PAN mendukung Prabowo-Sandi. Dalam beberapa hari belakangan, Zulkifli mengakui jika saat ini, Soetrisno diprioritaskan mengisi Kabinet Indonesia Maju, jika Jokowi menginginkan. Latar belakangnya sebagai pengusaha sukses dan mantan Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), tentu menjadi modalitas bagi Bang Tris (sapaan akrabnya) untuk membantu Presiden Jokowi di sektor perekonomian.

Soetrisno Bachir, Ketua Umum PAN Ke-2

Hadi Tjahjanto 

Sebagai orang dekat lama Jokowi, Hadi tentu tak akan mangkrak begitu saja selepas menjabat Panglima TNI. Jokowi pasti telah menimbang kemana Hadi akan kembali ditugaskan setelah pensiun. Kedekatan Jokowi dan Hadi bukan kamus baru di kalangan pegiat, pengamat dan peneliti politik di Indonesia. Ketika Jokowi masih menjabat Wali Kota Solo, Hadi kala itu menjabat Danlanud Adi Soemarmo. Segala bentuk perjalanan udara Jokowi dilayani dengan baik, kala itu. Tak heran, karir Hadi berjalan mulus seiring Jokowi melenggang di politik nasional.

Ada beberapa pos kementerian yang diprediksi bakal diisi Hadi Tjahjanto. Kabar berkembang di kalangan pengamat politik, Hadi tengah dipersiapkan mengisi pos sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) menggantikan Moeldoko atau Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Jenderal Pol. Budi Gunawan.

BACA JUGA:  Viral Gara-gara 'Anjay', Lutfi Agizal Ngaku Kalau...
Presiden Jokowi saat melantik Panglima TNI, Marsekal TNI. Hadi Tjahjanto, beberapa waktu lalu. (doc. setkab)

Budi Gunawan

Masih ingat pertemuan perdana Jokowi dan Prabowo di gerbong MRT pascapilpres beberapa waktu lalu? Itulah kerja keras Budi Gunawan meyakinkan kedua tokoh bangsa itu untuk bertemu. Budi Gunawan adalah tokoh kunci pelobi pertemuan Jokowi dan Prabowo tersebut. Sebagai orang yang sangat dekat dengan Megawati Soekarnputri, Budi Gunawan memiliki modalitas paling kuat diantara semua nama-nama yang masuk bursa reshuffle. Ia juga dikenal sebagai akademisi. Tak heran jika Budi dikatakan sebagai tokoh komplet untuk mengisi pos-pos strategis setelah dari BIN. Kabar berkembang ia akan dipercaya menggantikan Mahfud MD di Kemenkopolhukam.

Budi Gunawan saat dilantik menjadi Ka BIN beberapa waktu lalu

Yusril Ihza Mahendra 

Gerak zig-zag politik yang dilakukan Yusril Ihza Mahendra sebagai Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) dalam Pilpres 2019 menjadi bukti bahwa intuisinya sebagai politikus senior membuahkan hasil. Ia turut menjadi penyumbang kemenangan Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019. Nama Yusril tetap harum di kalangan politikus dan akademisi ilmu hukum. Ia tak pernah membuat gaduh selama Jokowi-Maruf Amin menjabat. Sosok Yusril masih dijadikan tokoh-tokoh jurnalistik sebagai kiblat dalam membaca konflik hukum di Indonesia. Kedekatannya dengan Jokowi memang terbilang baru terlihat belakangan. Namun, bukan hal yang sulit bagi Jokowi untuk meminta Yusril menguatkan barisan kabinet di urusan peradilan. Terlebih, ia dijuliki Pendekar Konstitusi. Ia adalah barisan terdepan ketika kemenangan Jokowi digugat oleh Kubu Prabowo di Mahkamah Konstitusi (MK).

 

Analysis by Head of Editorial

Yuska,

Happy
Happy
13 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
88 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.